PONTIANAK – Kualitas udara di Pontianak Barat berada pada kategori tidak sehat pada Jumat (21/8/2026). Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 198, dengan PM2.5 sebagai polutan utama.
Berdasarkan pemantauan IQAir yang diperbarui Jumat (21/8/2026) pukul 10.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pontianak mencapai 122,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Angka tersebut menunjukkan tingginya paparan partikel halus di udara Pontianak. Kondisi ini terjadi ketika suhu mencapai 36 derajat Celsius, dengan kecepatan angin hanya sekitar 2 kilometer per jam dan kelembapan 32 persen.
Kualitas udara memang diperkirakan berangsur membaik pada siang hingga sore hari. IQAir memproyeksikan AQI turun menjadi 192 pada pukul 14.00 WIB, 189 pada pukul 15.00 WIB, 186 pada pukul 16.00 WIB, dan 184 pada pukul 17.00 WIB.
Namun, penurunan tersebut belum membawa kualitas udara keluar dari kategori tidak sehat.
Secara harian, AQI Pontianak diperkirakan berada pada angka 178 pada Jumat. Indeks kemudian diproyeksikan turun menjadi 167 pada Sabtu (22/8/2026), sebelum kembali meningkat menjadi 173 pada Minggu (23/8/2026).
Tingginya paparan PM2.5 menjadi perhatian di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni hingga 2,5 mikrometer, yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Kondisi udara tidak sehat membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok sensitif. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika paparan polusi meningkat, sementara penggunaan masker dapat menjadi salah satu upaya perlindungan saat harus beraktivitas di luar.
Data IQAir tersebut berasal dari model turunan satelit (satellite-derived model). Kondisi kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu dipengaruhi pergerakan angin, konsentrasi asap, suhu, dan faktor cuaca lainnya.
















Discussion about this post