pontianakpop.com
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
pontianakpop.com
No Result
View All Result
  • News
  • POP CULTURE
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • URBAN KOTA
  • OPINI
  • MULTIMEDIA
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
Home HUKUM & KRIMINAL

Konflik Dayak Kualan-Mayayana, Sibarani Desak Tim Pencari Fakta

22 Agustus 2026
in HUKUM & KRIMINAL
Konflik Dayak Kualan-Mayayana, Sibarani Desak Tim Pencari Fakta
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KETAPANG – Penyelesaian konflik lahan antara Masyarakat Adat Dayak Kualan di Dusun Lelayang dan PT Mayawana Persada dinilai membutuhkan langkah konkret yang melibatkan lintas lembaga.

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Franciscus Sibarani, mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengurai persoalan secara menyeluruh.

Dorongan itu disampaikan Sibarani saat mengikuti pertemuan penyelesaian sengketa lahan di Kalimantan Barat, Kamis (20/8/2026).

Menurut Sibarani, konflik tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan melihat aspek sengketa lahan. Setidaknya ada tiga persoalan yang harus ditangani secara bersamaan, yakni perkara hukum, status dan penguasaan lahan, serta aspek hukum adat.

“Yang pertama adalah sengketa hukum, kita ingin status Pak Fendy (Pendi) ini bisa segera diselesaikan. Yang kedua, sengketa lahan yang melibatkan Kementerian Kehutanan, ATR/BPN, serta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Yang ketiga adalah persoalan adat,” ujarnya.

Ia mengatakan, setiap persoalan memiliki mekanisme dan kewenangan penanganan yang berbeda. Karena itu, koordinasi lintas lembaga menjadi penting agar penyelesaian tidak berjalan sendiri-sendiri.

Sibarani juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam meredam konflik. Menurutnya, persoalan yang muncul di daerah tidak sepenuhnya dapat diserahkan kepada pemerintah pusat. Kepala daerah dinilai memiliki posisi strategis untuk mempertemukan para pihak dan menjaga proses penyelesaian tetap kondusif.

Ia kemudian mengingatkan kembali rekomendasi Komisi XIII DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 30 Juni 2026. Salah satu rekomendasi tersebut meminta Kementerian Hak Asasi Manusia menjadi leading sector dalam mengoordinasikan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta.

“Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian HAM dalam konteks ini sudah sangat tepat, terutama di dalam mencari titik temu,” katanya.

Sibarani mengapresiasi proses mediasi yang berlangsung cukup panjang dan dipimpin oleh Dirjen Pemajuan HAM hingga menghasilkan kesepakatan bersama.

Di sisi lain, Komisi XIII DPR RI juga meminta aparat penegak hukum menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat adat Dayak Kualan serta memastikan hak-hak mereka tetap terlindungi selama proses hukum berlangsung.

Menurut Sibarani, masih terbukanya ruang dialog antara masyarakat adat dan perusahaan menjadi peluang untuk menyelesaikan konflik melalui musyawarah. Ia juga menyebut kesepakatan yang telah dicapai mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan unsur penegak hukum, termasuk Bupati dan Kapolres Ketapang.

Namun, Sibarani menegaskan DPR RI tidak akan berhenti melakukan pengawasan setelah kesepakatan tercapai. Komisi XIII akan memantau tindak lanjut Kementerian HAM dan lembaga terkait.

“Kami dari Komisi XIII tentu akan terus melakukan monitoring dan pengawasan. Apabila tidak ada kemajuan yang nyata, kami tidak segan-segan membawa kembali persoalan ini ke forum RDP DPR RI di Senayan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak menjaga komitmen terhadap kesepakatan dan memastikan penyelesaian konflik menghasilkan kepastian hukum serta keadilan bagi masyarakat. Sejarah penguasaan tanah dan keberadaan hukum adat Dayak Kualan juga diminta menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Dengan pembentukan tim pencari fakta dan koordinasi lintas lembaga, penyelesaian konflik diharapkan tidak sekadar meredakan ketegangan, tetapi menghasilkan jalan keluar yang konkret dan mencegah persoalan serupa kembali berulang.

Tags: Dayak KualanKalbarPT Mayawana Persada
Admin

Admin

Related Posts

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut Kubu Raya, Motor Tabrak Hilux lalu Terpental ke Jalur Truk
Kasus Viral

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut Kubu Raya, Motor Tabrak Hilux lalu Terpental ke Jalur Truk

Ruko Sudah Terbakar, Barang Tersisa Malah Dijarah Berulang Selama Sebulan
HUKUM & KRIMINAL

Ruko Sudah Terbakar, Barang Tersisa Malah Dijarah Berulang Selama Sebulan

Gara-gara Uang Rp1,8 Juta, Pria di Pontianak Diduga Aniaya Warga Pakai Pisau
HUKUM & KRIMINAL

Gara-gara Uang Rp1,8 Juta, Pria di Pontianak Diduga Aniaya Warga Pakai Pisau

Next Post
Norsan Pastikan Karhutla Kalbar Dipercepat, Ketapang Jadi Prioritas

Norsan Pastikan Karhutla Kalbar Dipercepat, Ketapang Jadi Prioritas

Pemprov Kalbar Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Pasar Sungai Duri

Pemprov Kalbar Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Pasar Sungai Duri

Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Pontianak Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Pontianak Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Discussion about this post

Recommended

The Chinese smartphone upstarts taking on Apple and Samsung

Daud Yordan Kembali Naik Ring di Pontianak, Bidik Duel Besar 2027

Daud Yordan Kembali Naik Ring di Pontianak, Bidik Duel Besar 2027

Wagub Krisantus Ajak Komunitas Otomotif Jadi Pelopor Kepedulian Sosial

Wagub Krisantus Ajak Komunitas Otomotif Jadi Pelopor Kepedulian Sosial

28.680 Hektare Lahan Terbakar, Gubernur Norsan Minta Kalbar Tak Lengah Hadapi Karhutla

28.680 Hektare Lahan Terbakar, Gubernur Norsan Minta Kalbar Tak Lengah Hadapi Karhutla

Categories

  • BBM & Ekonomi
  • Culture
  • Entertainment
  • EVENT & HIBURAN
  • Event Lokal
  • Fashion
  • Festival
  • Finance
  • HUKUM & KRIMINAL
  • image
  • Kalbar
  • Kasus Viral
  • Kebijakan
  • Komunitas
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • Kota Pontianak
  • Kreator
  • Kriminalitas
  • Kubu Raya
  • KULINER
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • National
  • News
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • Nongkrong
  • Opinion
  • PEMPROV KALBAR
  • Penegakan Hukum
  • PERISTIWA
  • Perspektif
  • Politics
  • PONTIPOP
  • POP CULTURE
  • RADAR KOTA
  • Rekomendasi
  • Review
  • Sports
  • Tokoh Lokal
  • Top News
  • Transportasi
  • Travel
  • Tren
  • UMKM
  • URBAN / KOTA

Topics

2018 FIFA World Cup 2018 League Asian Games 2018 Balinese Culture Bali United BBM Budaya Budget Travel Chopper Bike Dayak Edi Kamtono Ekspedisi Merah Putih gubernur kalbar Harisson Istana Negara Kabut Asap Kalbar Kalimantan barat karang taruna karhutla Kayong Utara Kebakaran hutan dan lahan kemarau Ketapang Krisantus Kurniawan Kubu Raya Landak Malaysia Market Stories National Exam Pekan gawai dayak Pemprov Kalbar perbatasan PLN Pontianak Ria Norsan Sambas Sanggau Sekda Kalbar singkawang Sintang Temajuk Visit Bali Wagub Kalbar WHW

Highlights

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Daud Yordan Bidik Kemenangan KO atas Adore Torres di Pontianak

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Trending

Pemprov Kalbar Bidik Dugaan Pelanggaran Perusahaan Terkait Karhutla
PEMPROV KALBAR

Pemprov Kalbar Bidik Dugaan Pelanggaran Perusahaan Terkait Karhutla

by Admin
0

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperketat pengawasan terhadap perusahaan sektor kehutanan dan perkebunan menyusul dugaan pelanggaran...

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

pontianakpop.com

© 2026 www.pontianakpop.com

Navigate Site

  • Advertise
  • Tentang Kami

Follow Us

  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result

© 2026 www.pontianakpop.com