pontianakpop.com
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
pontianakpop.com
No Result
View All Result
  • News
  • POP CULTURE
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • URBAN KOTA
  • OPINI
  • MULTIMEDIA
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
Home Kalbar

Di Balik Hilirisasi Bauksit di Tayan: Tanah Murah, Janji Kerja, hingga Dugaan Pencemaran

29 Juni 2026
in Kalbar, National, News, Perspektif, Top News
Di Balik Hilirisasi Bauksit di Tayan: Tanah Murah, Janji Kerja, hingga Dugaan Pencemaran
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SANGGAU – Di balik geliat hilirisasi bauksit yang selama ini dipromosikan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, tersimpan cerita lain dari masyarakat di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.

Penelitian terbaru Link-AR Borneo menemukan sederet persoalan, mulai dari dugaan praktik pembebasan lahan yang merugikan warga, minimnya manfaat ekonomi, hingga persoalan lingkungan yang dinilai belum terselesaikan.

Temuan itu dipaparkan Link-AR Borneo dalam laporan Action Research yang diluncurkan pada Senin, 29 Juni 2026. Penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, observasi lapangan, telaah dokumen, serta analisis citra satelit di tiga desa terdampak, yakni Pedalaman, Sebemban, dan Tanjung Bunut.

Peneliti Link-AR Borneo, Raden Deden Fajarullah, mengatakan narasi keberhasilan hilirisasi selama ini lebih banyak diukur dari investasi dan pertumbuhan industri. Sementara itu, menurut hasil riset mereka, masyarakat di sekitar kawasan tambang justru menghadapi perubahan besar terhadap ruang hidup, sumber penghidupan, hingga kualitas lingkungan.

“Di balik pertumbuhan ekonomi kawasan, terdapat berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang masih dirasakan masyarakat terdampak,” kata Deden, Senin (29/6/2026).

Harga Tanah Naik Setelah Warga Menolak

Salah satu temuan utama penelitian adalah pola pembebasan lahan yang disebut berulang di sejumlah desa. Berdasarkan hasil riset Link-AR Borneo, harga tanah pada tahap awal umumnya ditawarkan rendah, lalu meningkat berkali-kali lipat setelah warga melakukan penolakan atau negosiasi.

Di Desa Pedalaman, misalnya, pada awal pembebasan lahan tahun 2010 harga tanah basah disebut hanya ditawarkan Rp300 per meter persegi dan tanah kering Rp600 per meter persegi. Setelah proses negosiasi melalui Tim Sembilan, nilainya meningkat menjadi Rp6 juta per hektare untuk lahan basah dan Rp12 juta per hektare untuk lahan kering.

Pola serupa juga ditemukan di Dusun Cingka, Tanjung Bunut. Harga pembebasan lahan yang semula Rp1.200 per meter persegi pada 2010 meningkat menjadi Rp15.000-Rp17.000 per meter persegi pada 2020 setelah penolakan warga, lalu kembali naik menjadi Rp70.000 per meter persegi pada 2021.

Menurut Deden, pola kenaikan harga yang baru terjadi setelah adanya penolakan masyarakat mengindikasikan posisi tawar warga yang lemah dalam proses pembebasan lahan.

“Temuan kami menunjukkan nilai kompensasi berubah setelah ada resistensi masyarakat. Ini menjadi indikasi bahwa penawaran awal belum mencerminkan nilai lahan yang layak,” ujarnya.

Persetujuan Warga Dipertanyakan

Link-AR Borneo juga menyoroti dugaan tidak terpenuhinya prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) dalam proses pengadaan lahan.

Dalam laporan tersebut disebutkan lahan komunal Tawang Beganjing di Dusun Beganjing dibeli tanpa melalui musyawarah menyeluruh dengan seluruh pemegang hak bersama.

Menurut Deden, temuan tersebut menjadi persoalan mendasar karena menyangkut hak masyarakat atas tanah adat maupun tanah komunal.

Penelitian itu menilai praktik tersebut belum sejalan dengan sejumlah standar internasional mengenai pertambangan yang bertanggung jawab, termasuk prinsip FPIC dalam pengambilan keputusan yang menyangkut ruang hidup masyarakat.

Lapangan Kerja Dinilai Belum Sebanding

Riset itu juga mencatat manfaat ekonomi yang diterima masyarakat dinilai belum sebanding dengan luas konsesi maupun besarnya investasi.

Di Desa Tanjung Bunut, misalnya, penelitian mencatat hanya 16 warga bekerja di PT ANTAM dan delapan orang di PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA). Di Desa Sebemban hanya enam orang yang bekerja di perusahaan, sedangkan mayoritas warga tetap menggantungkan hidup pada pertanian.

Sementara di Desa Pedalaman sekitar 300 warga bekerja di perusahaan maupun vendor, namun sebagian besar berstatus pekerja kontrak atau alih daya.

Selain itu, sejumlah program ekonomi masyarakat disebut mengalami perubahan. Usaha katering kelompok perempuan yang sebelumnya dikelola warga, menurut laporan tersebut, dialihkan kepada koperasi internal perusahaan. Program beasiswa CSR juga disebut semakin terbatas karena hanya menyasar siswa berprestasi akademik.

Dugaan Pencemaran Lingkungan

Aspek lingkungan menjadi temuan lain yang disorot.

Penelitian Link-AR Borneo mencatat adanya keluhan masyarakat mengenai dugaan penurunan kualitas air Sungai Kapuas, debu tambang, serta asap dari pembakaran batu bara.

Laporan itu juga mencatat peristiwa jebolnya tanggul limbah PT ICA pada 2013 dan tanggul limbah PT ANTAM pada 2023. Berdasarkan keterangan warga yang dihimpun peneliti, dua kejadian tersebut menyebabkan air sungai menjadi sangat keruh.

Selain itu, warga Dusun Piasak melaporkan munculnya keluhan gatal-gatal dan gangguan pernapasan. Penelitian juga mencatat hasil tangkapan ikan di sepanjang Sungai Kapuas disebut menurun dibandingkan sebelum aktivitas pertambangan berkembang.

Namun demikian, Deden menegaskan seluruh dugaan pencemaran tersebut tetap memerlukan verifikasi melalui pengujian laboratorium independen oleh instansi berwenang.

“Kami mendorong adanya audit dan uji kualitas air maupun udara secara independen agar seluruh dugaan ini dapat dipastikan secara ilmiah,” katanya.

Bukaan Tambang Terus Meluas

Melalui analisis citra satelit, Link-AR Borneo mencatat luas bukaan tambang mencapai sekitar 444 hektare pada 2018, kemudian 355 hektare pada 2022, dan meningkat menjadi sekitar 650 hektare pada 2025. Total akumulasi bukaan tambang sejak 2018 disebut mencapai 1.449 hektare.

Sebagian wilayah operasi juga disebut beririsan dengan Kawasan Hidrologis Gambut Sungai Kapuas yang memiliki fungsi penting sebagai penyimpan karbon dan pengatur tata air.

Di sisi lain, penelitian menilai upaya reklamasi lahan bekas tambang belum menunjukkan hasil optimal karena masih ditemukan kegagalan penanaman dan rendahnya insentif bagi kelompok masyarakat yang terlibat.

Berdasarkan seluruh temuan tersebut, Link-AR Borneo mendesak pemerintah pusat dan daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola industri bauksit di Tayan Hilir. Organisasi itu juga meminta PT ANTAM dan PT ICA meningkatkan transparansi, membuka dialog yang lebih luas dengan masyarakat, memperkuat pengelolaan limbah, serta memastikan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat, termasuk penerapan prinsip FPIC dalam setiap proses pembebasan lahan.

Hingga laporan penelitian ini dipublikasikan, tanggapan resmi dari PT ANTAM maupun PT Indonesia Chemical Alumina atas temuan-temuan Link-AR Borneo belum disampaikan.

Tags: AntamBauksitKalbarSanggauTayan
Admin

Admin

Related Posts

Asap Karhutla, Sekolah di Kalbar Wajib Pantau Udara Sebelum Tatap Muka
Kalbar

Asap Karhutla, Sekolah di Kalbar Wajib Pantau Udara Sebelum Tatap Muka

Api Bisa Muncul Kembali di Gambut, Norsan Perintahkan Penanganan Karhutla Tak Kendur
Kalbar

Titik Panas Turun, Asap Masih Terasa, Pemprov Kalbar Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla

Norsan Turun ke Bukit Peramas, Ikut Padamkan Karhutla di Medan Terjal
Kalbar

Gubernur Kalbar Apresiasi Satgas hingga Masyarakat dalam Penanganan Karhutla

Next Post
Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Sungai Karawang Resmi Dihentikan, Sulyadi Dinyatakan Hilang

Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Sungai Karawang Resmi Dihentikan, Sulyadi Dinyatakan Hilang

Aksi Massa Warnai Pengusutan 2.065 Balepress, Bea Cukai Kalbar Pastikan Kasus Terus Bergulir

Aksi Massa Warnai Pengusutan 2.065 Balepress, Bea Cukai Kalbar Pastikan Kasus Terus Bergulir

Discussion about this post

Recommended

Wagub Kalbar Dorong KADIN Tak Sekadar Jadi Wadah Pengusaha, Tapi Motor Ekonomi Daerah

Wagub Kalbar Dorong KADIN Tak Sekadar Jadi Wadah Pengusaha, Tapi Motor Ekonomi Daerah

Iuran Rp16 Ribu, Manfaat Ratusan Juta: Norsan Tekankan Wajib BPJS Ketenagakerjaan di Proyek Konstruksi

Iuran Rp16 Ribu, Manfaat Ratusan Juta: Norsan Tekankan Wajib BPJS Ketenagakerjaan di Proyek Konstruksi

Diskusi Publik Bahas Perlukah Pontianak Punya Perda LGBT, Soroti Perlindungan Anak hingga Ruang Publik

Diskusi Publik Bahas Perlukah Pontianak Punya Perda LGBT, Soroti Perlindungan Anak hingga Ruang Publik

Polisi Bongkar Dugaan Penimbunan 2.000 Liter Solar Subsidi di Pontianak, Truk dan Sopir Diamankan

Polisi Bongkar Dugaan Penimbunan 2.000 Liter Solar Subsidi di Pontianak, Truk dan Sopir Diamankan

Categories

  • BBM & Ekonomi
  • Culture
  • Entertainment
  • EVENT & HIBURAN
  • Event Lokal
  • Fashion
  • Festival
  • Finance
  • HUKUM & KRIMINAL
  • image
  • Kalbar
  • Kasus Viral
  • Kebijakan
  • Komunitas
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • Kota Pontianak
  • Kreator
  • Kriminalitas
  • Kubu Raya
  • KULINER
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • National
  • News
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • Nongkrong
  • Opinion
  • PEMPROV KALBAR
  • Penegakan Hukum
  • PERISTIWA
  • Perspektif
  • Politics
  • PONTIPOP
  • POP CULTURE
  • RADAR KOTA
  • Rekomendasi
  • Review
  • Sports
  • Tokoh Lokal
  • Top News
  • Transportasi
  • Travel
  • Tren
  • UMKM
  • URBAN / KOTA

Topics

2018 FIFA World Cup 2018 League Asian Games 2018 Balinese Culture Bali United BBM Budaya Budget Travel Chopper Bike Dayak Edi Kamtono Ekspedisi Merah Putih gubernur kalbar Harisson Istana Negara Kabut Asap Kalbar Kalimantan barat karang taruna karhutla Kayong Utara Kebakaran hutan dan lahan kemarau Ketapang Krisantus Kurniawan Kubu Raya Landak Malaysia Market Stories National Exam Pekan gawai dayak Pemprov Kalbar perbatasan PLN Pontianak Ria Norsan Sambas Sanggau Sekda Kalbar singkawang Sintang Temajuk Visit Bali Wagub Kalbar WHW

Highlights

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Daud Yordan Bidik Kemenangan KO atas Adore Torres di Pontianak

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Trending

Pemprov Kalbar Bidik Dugaan Pelanggaran Perusahaan Terkait Karhutla
PEMPROV KALBAR

Pemprov Kalbar Bidik Dugaan Pelanggaran Perusahaan Terkait Karhutla

by Admin
0

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperketat pengawasan terhadap perusahaan sektor kehutanan dan perkebunan menyusul dugaan pelanggaran...

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

pontianakpop.com

© 2026 www.pontianakpop.com

Navigate Site

  • Advertise
  • Tentang Kami

Follow Us

  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result

© 2026 www.pontianakpop.com