PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengingatkan pentingnya regenerasi kepemimpinan di tubuh Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak).
Ia menegaskan organisasi tersebut tidak boleh bergantung pada satu figur, melainkan harus mampu mencetak kader-kader muda yang berintegritas, berkualitas, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Pernyataan itu disampaikan Krisantus saat menghadiri Konferensi Provinsi II Gerdayak Kalimantan Barat Tahun 2026 di HARRIS Hotel Pontianak, Sabtu (4/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Krisantus hadir sebagai Wakil Gubernur Kalbar sekaligus Ketua Umum Gerdayak Kalimantan Barat.
Di hadapan ratusan peserta konferensi, Krisantus menegaskan bahwa proses kaderisasi menjadi kunci keberlangsungan organisasi.
Menurutnya, Gerdayak harus mampu melahirkan generasi penerus yang siap mengemban tanggung jawab di berbagai bidang, baik sebagai aparatur negara, profesional, pengusaha, maupun tokoh masyarakat.
“Gerdayak harus siap menjadi apa pun, baik sebagai aparatur negara maupun menjalankan tugas di berbagai bidang lainnya. Organisasi ini harus menjadi contoh dan melahirkan kader-kader terbaik,” ujarnya.
Ia kemudian mengingatkan bahwa setiap pemimpin memiliki masa pengabdian. Karena itu, regenerasi tidak boleh ditunda agar organisasi tetap kuat menghadapi tantangan di masa mendatang.
“Harus ada pengganti-pengganti saya ke depan. Saya tidak akan hidup seribu tahun. Karena itu, Gerdayak harus terus menunjukkan integritas, kedisiplinan, dan kualitas dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan,” tegas Krisantus.
Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki potensi sumber daya alam dan kekayaan budaya yang melimpah. Namun, potensi tersebut hanya akan memberikan manfaat besar apabila dikelola oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, karakter, dan integritas.
Krisantus juga menegaskan bahwa Gerdayak harus menjadi kekuatan utama yang mendukung Dewan Adat Dayak sebagai organisasi induk. Ia berharap organisasi kepemudaan itu mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda Dayak agar siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Konferensi Provinsi II Gerdayak, lanjutnya, bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun langkah strategis organisasi agar semakin selaras dengan arah pembangunan Kalimantan Barat.
Ia berharap Gerdayak terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, Dewan Adat Dayak, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat adat.
Selain mencetak pemimpin, Krisantus juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas budaya Dayak di tengah arus modernisasi. Menurutnya, bahasa daerah, seni tari, ritual adat, dan berbagai kearifan lokal harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Generasi muda Dayak harus bangga terhadap budayanya sendiri. Gerdayak harus berada di garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur,” katanya.
Menutup sambutannya, Krisantus menegaskan komitmennya untuk terus membangun Gerdayak menjadi organisasi yang profesional, solid, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Barat.
“Saya akan membimbing dan memimpin Gerdayak sebaik mungkin agar menjadi organisasi yang kuat, bermartabat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kalimantan Barat,” tutupnya.
















Discussion about this post