PONTIANAK – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Pontianak mulai memukul operasional usaha kecil.
Di sebuah usaha laundry milik Zikri (30), karyawan kini terpaksa mencuci pakaian secara manual hingga bekerja lembur demi mengejar pesanan pelanggan.
Hampir seluruh aktivitas laundry bergantung pada pasokan listrik, mulai dari mesin cuci hingga mesin pengering. Saat listrik padam, seluruh pekerjaan yang seharusnya dikerjakan mesin harus dialihkan secara manual.
“Terutama untuk laundry, misalnya ada layanan ekspres tiga jam atau enam jam yang harus selesai cepat. Saat listrik padam, kami harus cuci manual, jemur manual. Pokoknya sibuk, banyak pakaian menumpuk dan tidak sempat diselesaikan,” kata Zikri, Sabtu (4/7).
Akibat pekerjaan yang tertunda selama pemadaman, para karyawan pun harus bekerja lebih lama dari biasanya. Mereka yang sebelumnya tidak pernah lembur kini harus bertahan hingga larut malam.
“Karyawan yang biasanya tidak lembur, sekarang sampai jam 11 malam bahkan jam 12 malam,” ujarnya.
Zikri mengatakan, selama sekitar satu setengah tahun menjalankan usaha laundry, baru kali ini ia merasakan dampak pemadaman listrik yang menurutnya paling berat.
“Kalau yang paling parah ya kemarin. Di sini padam dari sekitar jam setengah satu siang sampai magrib, sekitar jam enam atau setengah tujuh malam,” tuturnya.
Kondisi tersebut membuatnya khawatir apabila pemadaman terus berlanjut. Sebab, sebagian besar pelanggannya menggunakan layanan penyelesaian satu hingga dua hari, bahkan layanan ekspres yang menuntut ketepatan waktu.
Untuk sementara, satu-satunya cara agar pesanan tetap bisa diselesaikan adalah dengan mencuci pakaian secara manual. Namun, menurut Zikri, cara tersebut tidak sepenuhnya mampu mengimbangi banyaknya pesanan yang masuk.
“Kita takut banget kalau pemadaman ini terus berlanjut. Konsumen kan banyak yang minta selesai satu hari atau dua hari. Untuk sekarang kita siasatnya ya cuci manual karena pakaian menumpuk. Konsumen kan tidak mau tahu, mintanya selesai hari ini ya harus hari ini. Dampaknya nama toko kita yang jadi jelek,” katanya.
Ia berharap PLN segera mengatasi gangguan kelistrikan agar aktivitas pelaku usaha dapat kembali berjalan normal.
“Ke depannya tolong diperbaiki jangan sampai seperti ini lagi. Usaha laundry ini sangat membutuhkan listrik, jadi kami mohon sekali supaya segera diperbaiki,” tutupnya.
















Discussion about this post