PONTIANAK – Kantor SAR Pontianak mengingatkan nelayan dan pemancing agar lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai maupun perairan terbuka. Imbauan itu disampaikan menyusul tingginya jumlah operasi pencarian dan pertolongan yang melibatkan nelayan dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan sepanjang Mei 2026 pihaknya mencatat sedikitnya 10 kejadian yang masuk kategori kondisi membahayakan manusia, dengan sebagian besar korban merupakan nelayan yang mengalami kecelakaan di perairan.
“Beberapa bulan terakhir, operasi SAR yang kami laksanakan didominasi oleh pencarian nelayan. Khusus pada Mei 2026, tercatat ada 10 kejadian kondisi membahayakan manusia,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung saat melaut maupun memancing. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat mengurangi risiko korban jiwa ketika terjadi kecelakaan di perairan.
Selain itu, nelayan dan pemancing diminta tidak memaksakan diri beraktivitas saat cuaca buruk atau kondisi perairan tidak aman. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG sebelum berangkat.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri beraktivitas di perairan ketika cuaca tidak mendukung,” tegasnya.
SAR Pontianak, lanjut Junetra, akan terus meningkatkan edukasi keselamatan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan sekaligus memperkuat pelayanan pencarian dan pertolongan di wilayah Kalimantan Barat.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami berkomitmen memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan secara maksimal demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
















Discussion about this post