pontianakpop.com
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
pontianakpop.com
No Result
View All Result
  • News
  • POP CULTURE
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • URBAN KOTA
  • OPINI
  • MULTIMEDIA
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
Home URBAN / KOTA BBM & Ekonomi

Harga Sawit Anjlok, Petani Kalbar Terjepit di Tengah Bayang-Bayang Ekspor Satu Pintu

2 Juni 2026
in BBM & Ekonomi, Kalbar, Kebijakan
Harga Sawit Anjlok, Petani Kalbar Terjepit di Tengah Bayang-Bayang Ekspor Satu Pintu
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PONTIANAK – Petani kelapa sawit di Kalimantan Barat kembali menjadi pihak yang paling terdampak ketika harga tandan buah segar (TBS) anjlok tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Di tengah biaya pupuk, panen, angkut, dan bahan bakar yang terus naik, harga sawit di tingkat petani justru merosot hingga lebih dari Rp1.000 per kilogram, menggerus pendapatan dan mengancam keberlanjutan usaha perkebunan rakyat.

Di Kabupaten Bengkayang, harga TBS yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.340 per kilogram kini turun hingga sekitar Rp2.330 per kilogram di tingkat petani.

Penurunan drastis ini memicu keresahan karena terjadi saat biaya produksi terus membengkak dan tidak diimbangi dengan harga jual yang layak.

“Pendapatan petani sekarang sudah tidak mampu menutupi biaya operasional kebun. Harga yang kami terima jauh di bawah beban biaya yang harus dikeluarkan,” kata Wardi, petani sawit di Bengkayang, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) masih membeli TBS pada kisaran Rp2.690 hingga Rp2.710 per kilogram. Namun setelah dipotong biaya panen dan pengangkutan, harga bersih yang diterima petani jauh lebih rendah.

Biaya panen saat ini berkisar Rp300 hingga Rp500 per kilogram, sementara biaya lansir atau pengangkutan buah dari kebun mencapai Rp200 hingga Rp300 per kilogram. Belum termasuk biaya pupuk, pestisida, dan BBM yang terus mengalami kenaikan.

“Kalau dihitung, biaya panen dan angkut saja sudah besar. Belum pupuk dan kebutuhan kebun lainnya. Akhirnya hasil penjualan sawit hanya cukup untuk menutup sebagian biaya operasional,” ujarnya.

Anjloknya harga sawit di tingkat petani terjadi bersamaan dengan menguatnya wacana kebijakan ekspor satu pintu komoditas sawit dan turunannya melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Di lapangan, muncul kekhawatiran bahwa ketidakpastian kebijakan tersebut telah memicu reaksi pasar yang berujung pada penurunan harga pembelian TBS.

Pemerintah Provinsi Kalbar sendiri mengakui telah mencermati gejolak tersebut. Dalam surat resmi yang diterbitkan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Ignatius, pemerintah menyoroti adanya penurunan harga pembelian TBS di tingkat PKS yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi daerah.

Sebagai langkah pengawasan, pemerintah meminta dinas perkebunan kabupaten dan kota memperketat pemantauan serta memastikan perusahaan membeli TBS pekebun mitra sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Perusahaan perkebunan juga diminta melaporkan harga pembelian TBS nonmitra secara berkala.

Namun langkah itu dinilai belum menjawab akar persoalan.

Anggota DPRD Kalbar, Agus Sudarmansyah, menegaskan masalah utama bukan pada mekanisme penetapan harga, melainkan dugaan adanya pembelian TBS di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Persoalannya sekarang bukan di penetapan harga, tetapi PKS membeli sawit petani di bawah harga yang sudah ditetapkan. Ini yang harus ditelusuri,” kata Agus.

Ia meminta pemerintah pusat segera memberikan penjelasan terkait gejolak harga yang terjadi. Menurutnya, jika wacana ekspor satu pintu memang memengaruhi rantai perdagangan sawit nasional, maka pemerintah harus memberikan kepastian agar tidak muncul spekulasi yang merugikan petani.

“Jangan sampai ketika harga TBS anjlok, yang disalahkan hanya pemerintah daerah. Pemerintah pusat juga harus bertanggung jawab mencari solusi dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.

Kritik lebih keras disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalbar, Suib. Ia menilai anjloknya harga sawit menjadi bukti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap pelaku usaha di sektor perkebunan.

“Ini membuktikan pemerintah kecolongan. Belum ada kebijakan yang benar-benar berjalan, tetapi harga sudah lebih dulu jatuh. Artinya pemerintah tidak mampu mengendalikan pelaku usaha yang bermain di sektor ini,” ujarnya.

Menurut Suib, jika harga yang telah ditetapkan pemerintah dapat diabaikan begitu saja oleh perusahaan, maka terdapat persoalan serius dalam penegakan regulasi dan pengawasan pasar.

Ia mendesak pemerintah mengusut pihak-pihak yang diduga memainkan harga di tengah ketidakpastian kebijakan.

“Jangan sampai ada mafia sawit atau cukong sawit yang mengatur harga sesuka hati sementara petani menjadi korban,” kata Suib.

Di tengah silang pendapat mengenai penyebab anjloknya harga sawit, beban terbesar tetap ditanggung petani. Saat harga kebutuhan pokok, pupuk, dan biaya tenaga kerja terus meningkat, harga hasil panen justru terjun bebas. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa intervensi yang tegas, petani sawit rakyat berisiko menjadi korban pertama dari ketidakpastian tata niaga sawit nasional.

Tags: KalbarPontianakSawit
Admin

Admin

Related Posts

Karhutla Kalbar Terparah Keempat di Indonesia, Lahan Terbakar Diperkirakan Capai 2.000 Hektare
Kalbar

Karhutla Kalbar Terparah Keempat di Indonesia, Lahan Terbakar Diperkirakan Capai 2.000 Hektare

Kuota Solar Bersubsidi Tak Cukup, Nelayan Sambas Terpaksa Kurangi Hari Melaut
Kalbar

Kuota Solar Bersubsidi Tak Cukup, Nelayan Sambas Terpaksa Kurangi Hari Melaut

Ekspor Alumina Kalbar Kembali Bergerak, Wagub Krisantus Dorong Percepatan Infrastruktur Strategis
Kalbar

Ekspor Alumina Kalbar Kembali Bergerak, Wagub Krisantus Dorong Percepatan Infrastruktur Strategis

Next Post
Viral Video Transfer BBM dari Tangki Pertamina ke Armada Swasta, Polda Kalbar Selidiki

Viral Video Transfer BBM dari Tangki Pertamina ke Armada Swasta, Polda Kalbar Selidiki

Operasi Pencarian dan Pertolongan Didominasi Pemancing Hilang, Basarnas Pontianak Imbau Utamakan Keselamatan di Sungai

Operasi Pencarian dan Pertolongan Didominasi Pemancing Hilang, Basarnas Pontianak Imbau Utamakan Keselamatan di Sungai

Empat Remaja dalam Jaring Razia Jam Malam di Pontianak

Empat Remaja dalam Jaring Razia Jam Malam di Pontianak

Discussion about this post

Recommended

Norsan Fokus Perkuat SDM dan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Saat Raperda KUA-PPAS 2027

Norsan Fokus Perkuat SDM dan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Saat Raperda KUA-PPAS 2027

Sekda Harisson Dorong Penguatan Dana Transfer Untuk Percepat Pembangunan Kalbar

Sekda Harisson Dorong Penguatan Dana Transfer Untuk Percepat Pembangunan Kalbar

Petugas Lapas Ketapang Gagalkan Penyelundupan Sabu di Kue Wafer

Petugas Lapas Ketapang Gagalkan Penyelundupan Sabu di Kue Wafer

Crismonita Dwi Putri, RI`s Track Cycling Athlete for Asian Games

Categories

  • BBM & Ekonomi
  • Culture
  • Entertainment
  • EVENT & HIBURAN
  • Event Lokal
  • Fashion
  • Festival
  • Finance
  • HUKUM & KRIMINAL
  • image
  • Kalbar
  • Kasus Viral
  • Kebijakan
  • Komunitas
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • Kota Pontianak
  • Kreator
  • Kriminalitas
  • Kubu Raya
  • KULINER
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • National
  • News
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • Nongkrong
  • Opinion
  • PEMPROV KALBAR
  • Penegakan Hukum
  • PERISTIWA
  • Perspektif
  • Politics
  • PONTIPOP
  • POP CULTURE
  • RADAR KOTA
  • Rekomendasi
  • Review
  • Sports
  • Tokoh Lokal
  • Top News
  • Transportasi
  • Travel
  • Tren
  • UMKM
  • URBAN / KOTA

Topics

2018 FIFA World Cup 2018 League Amirullah Asian Games 2018 Balinese Culture Bali United BBM Budget Travel Buruh Chopper Bike Edi Kamtono Ekspedisi Merah Putih gubernur kalbar Harisson Istana Negara Kalbar Kalimantan barat karang taruna karhutla Kayong Utara Ketapang Krisantus Kurniawan Kubu Raya Malaysia Market Stories May Day Mempawah National Exam Pekan gawai dayak Pemprov Kalbar PKK PLN Pontianak Ria Norsan Rumah Jurnalis Sambas Sanggau Sekadau Sekda Kalbar singkawang Sintang Temajuk Visit Bali Wagub Kalbar WHW

Highlights

Ria Norsan Dukung IAIN Pontianak Beralih Status Menjadi UIN

Jatim-Kalbar Buka Peluang Pasar dan Investasi Lewat Misi Dagang

Di Balik Seprah Robo’-Robo’, Ada Doa dan Ingatan yang Terus Dijaga

Band Metalcore Pontianak Meet On Friday Rilis Single Perdana “Sabda”

Dua Pelajar Kembar Pontianak Bawa Tari Kalbar ke Istana Negara

28.680 Hektare Lahan Terbakar, Gubernur Norsan Minta Kalbar Tak Lengah Hadapi Karhutla

Trending

Empat Legenda Bulutangkis Indonesia Siap Sapa Pontianak
Entertainment

Empat Legenda Bulutangkis Indonesia Siap Sapa Pontianak

by Admin
0

PONTIANAK - Pontianak tak hanya akan menjadi panggung pertarungan pebulu tangkis nasional dan internasional. Empat legenda bulutangkis...

Pasar Murah Digelar, Pemprov Kalbar Bantu Warga Hadapi Tekanan Harga Pangan

Pasar Murah Digelar, Pemprov Kalbar Bantu Warga Hadapi Tekanan Harga Pangan

Dapat Gelar Pangeran Nata Negeri Utama, Wagub Krisantus Serukan Pelestarian Budaya dan Toleransi

Dapat Gelar Pangeran Nata Negeri Utama, Wagub Krisantus Serukan Pelestarian Budaya dan Toleransi

Ria Norsan Dukung IAIN Pontianak Beralih Status Menjadi UIN

Ria Norsan Dukung IAIN Pontianak Beralih Status Menjadi UIN

Jatim-Kalbar Buka Peluang Pasar dan Investasi Lewat Misi Dagang

Jatim-Kalbar Buka Peluang Pasar dan Investasi Lewat Misi Dagang

pontianakpop.com

© 2026 www.pontianakpop.com

Navigate Site

  • Advertise
  • Tentang Kami

Follow Us

  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result

© 2026 www.pontianakpop.com