PONTIANAK – Jumlah warga yang mengalami gejala dugaan keracunan makanan di Pontianak Utara terus bertambah. Hingga Selasa (9/6/2026), sebanyak 56 orang menjalani perawatan di RSUD Pontianak Utara.
Pemerintah Kota Pontianak memastikan seluruh biaya pengobatan para korban ditanggung penuh.
Lonjakan jumlah pasien yang diduga mengalami keracunan makanan membuat RSUD Pontianak Utara terus meningkatkan pelayanan medis.
Puluhan pasien datang dengan keluhan yang hampir seragam, mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut, hingga demam.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turun langsung ke rumah sakit untuk memastikan penanganan terhadap para pasien berjalan optimal. Dalam kunjungannya, Edi meminta tenaga kesehatan mengutamakan keselamatan pasien dan memberikan pelayanan maksimal.
Menurutnya, pemerintah kota tidak ingin warga terbebani biaya di tengah kondisi kesehatan yang sedang menurun. Karena itu, seluruh biaya pengobatan korban dipastikan digratiskan.
“Ini kita gratiskan. Jadi obat, pelayanan, semuanya kita gratiskan,” kata Edi.
Di tengah proses penanganan medis, pemerintah juga masih menelusuri penyebab pasti kejadian tersebut. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah dikirim untuk diperiksa di laboratorium.
“Penyebabnya masih kita teliti dari makanan yang ada di laboratorium. Yang penting saat ini pasien ditangani dengan cepat,” ujarnya.
Salah seorang pasien yang masih menjalani perawatan adalah William (10). Bocah tersebut mengalami muntah-muntah, diare dan demam tinggi setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam sebuah kegiatan di Pontianak Utara pada Minggu (7/6/2026).
Kakaknya, Ardeanus Rato, mengatakan gejala mulai muncul beberapa jam setelah kegiatan berlangsung. Kondisi William sempat memburuk karena terus muntah dan kehilangan tenaga sehingga keluarga membawanya ke rumah sakit pada dini hari.
“Kemarin cukup parah, muntah terus sampai lemas dan demam tinggi,” ujarnya.
Tidak hanya William, anggota keluarganya yang lain juga mengalami gejala serupa. Menurut Ardeanus, ibu dan dua adiknya turut merasakan sakit setelah mengonsumsi makanan yang sama, meski kondisinya tidak separah William.
Berdasarkan keterangan sejumlah korban, makanan yang dikonsumsi terdiri dari nasi dengan lauk ayam, telur dan tumis buncis. Sebagian makanan juga dibawa pulang sehingga beberapa anggota keluarga yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut ikut mengalami gejala yang sama.
Pemerintah Kota Pontianak mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari kegiatan tersebut untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
Edi berharap kondisi para pasien segera pulih dan dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari mendatang.
















Discussion about this post