PONTIANAK – Dugaan penyelewengan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kalimantan Barat (Kalbar) terus bergulir.
Setelah video yang memperlihatkan aktivitas pemindahan BBM dari mobil tangki resmi Pertamina ke tangki milik perusahaan swasta viral di media sosial, kepolisian kini memperluas penyelidikan dengan memanggil seluruh pihak yang diduga terkait.
Kasus ini mencuat setelah beredarnya rekaman video berdurasi sekitar satu menit yang memperlihatkan proses pemindahan BBM menggunakan mesin sedot dari mobil tangki merah putih bertuliskan PT Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga ke dua unit mobil tangki berwarna biru-putih yang diduga milik PT Putera Petro Borneo.
Dalam video tersebut tampak sejumlah kendaraan berada di lokasi, di antaranya mobil tangki merah putih bernomor polisi KB 9330 FP, mobil tangki biru-putih KB 8575 MN dan KB 8247, serta sebuah mobil pikap Grand Max KB 8973 W yang diduga digunakan untuk mengoperasikan mesin pemindah BBM.
Meski lokasi pasti kejadian belum dapat dipastikan, dugaan sementara aktivitas tersebut berlangsung di wilayah Kalbar berdasarkan identitas kendaraan yang terekam dalam video.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dan akan memanggil seluruh pihak yang berkaitan dengan aktivitas dalam video tersebut.
“Saat ini kami terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penyimpangan BBM di Kalbar yang viral beberapa waktu lalu,” kata Bambang, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan resmi yang disampaikan Pertamina Patra Niaga Kalbar setelah video tersebut beredar luas di media sosial.
Sejauh ini, penyidik telah meminta keterangan dari pihak Pertamina dan akan memperluas pemeriksaan kepada pihak-pihak lain, termasuk PT Elnusa Petrofin sebagai pemilik armada tangki merah putih, pengemudi kendaraan, hingga PT Putera Petro Borneo yang armadanya terlihat dalam rekaman.
“Pihak yang sudah dipanggil dan dimintai keterangan baru pihak Pertamina. Selanjutnya akan berkembang kepada pihak-pihak lain yang berkaitan dengan perkara ini,” ujar Bambang.
Meski demikian, polisi menegaskan bahwa hingga saat ini kasus masih berada pada tahap penyelidikan sehingga belum dapat disimpulkan adanya tindak pidana.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Kalbar juga melakukan investigasi internal terhadap video tersebut.
Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Widhi Tri Adhi Hidayat, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang terlihat dalam rekaman.
Hasil sementara menunjukkan bahwa mobil tangki biru-putih yang diduga milik PT Putera Petro Borneo bukan merupakan agen maupun transportir resmi yang terdaftar di Pertamina.
“Untuk mobil tangki biru di video tersebut bukan transportir Pertamina serta tidak terdaftar sebagai agen atau transportir Pertamina,” kata Widhi.
Ia menjelaskan bahwa distribusi BBM industri di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh Pertamina, melainkan juga oleh sejumlah perusahaan swasta.
Namun demikian, kendaraan yang terlihat dalam video dipastikan bukan bagian dari armada distribusi industri yang terdaftar sebagai mitra resmi Pertamina.
Sementara itu, mobil tangki merah putih milik PT Elnusa Petrofin dipastikan merupakan armada resmi transportir Pertamina yang digunakan dalam pengangkutan BBM.
Pertamina mengaku telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sopir kendaraan tersebut guna mengungkap kronologi dan memastikan apakah terjadi pelanggaran prosedur distribusi BBM.
“Saat ini proses investigasi dan pemeriksaan masih terus berjalan. Mudah-mudahan bisa segera tuntas dan clear,” ujar Widhi.
Pertamina juga menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran oleh transportir resmi yang terlibat dalam distribusi BBM subsidi.
“Untuk transportir merah putih (Elnusa), jika terbukti maka sanksi terberatnya pemberhentian,” tegas Widhi.
















Discussion about this post