PONTIANAK — ASUS Indonesia resmi memperkenalkan ASUS ExpertBook Ultra, laptop bisnis flagship terbarunya, di Novotel Pontianak Convention Centre, Kamis (3/9/2026).
Laptop tipis dan ringan ini menyasar eksekutif perusahaan serta business founder yang membutuhkan perangkat dengan performa tinggi, tetapi tetap nyaman dibawa berpindah-pindah.
ASUS tidak hanya mengandalkan spesifikasi. ExpertBook Ultra dirancang dengan kombinasi performa komputasi, kemampuan artificial intelligence (AI) yang bisa diproses langsung di perangkat, layar premium, serta sistem keamanan yang ditujukan untuk kebutuhan bisnis.
ExpertBook Ultra menjadi salah satu laptop bisnis ultra-tipis pertama di Indonesia yang membawa prosesor Intel Core Ultra X7 Series 3. Pada varian tertingginya, perangkat ini juga tersedia dengan Intel Core Ultra X9 388H.
Untuk menjaga performa tetap stabil dalam bodi yang tipis, ASUS membekalinya dengan sistem pendingin ExpertCool Pro. Teknologi tersebut dirancang untuk mempertahankan daya hingga 50 watt saat laptop digunakan untuk pekerjaan berat.
Commercial Director ASUS Indonesia Eric Khoven mengatakan kombinasi prosesor generasi terbaru dan NPU membuat ExpertBook Ultra tidak hanya mengandalkan kemampuan CPU dan GPU.
“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 TOPS,” ujar Eric.
Menurut Eric, kemampuan tersebut memberi ruang lebih besar bagi pengguna untuk menjalankan berbagai pekerjaan sekaligus, mulai dari rapat daring, mengolah ribuan baris data di Excel hingga menangani dokumen PowerPoint dalam jumlah besar.
Yang menarik, sejumlah pekerjaan berbasis AI tidak harus dikirim ke cloud.
ExpertBook Ultra membawa kemampuan AI on-device, sehingga proses seperti transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimalisasi kamera melalui ASUS AI ExpertMeet dapat dikerjakan langsung di perangkat.
Pendekatan ini membuat data sensitif perusahaan tetap berada di dalam perangkat. Bagi pengguna korporasi, aspek tersebut menjadi penting karena pekerjaan sehari-hari bisa melibatkan dokumen internal, data keuangan hingga informasi pelanggan.
ASUS juga menyediakan fitur MyExpert dan teknologi agentic AI yang dapat bekerja secara lokal maupun melalui cloud. Dengan RAM hingga 64 GB LPDDR5x, laptop ini juga dirancang untuk menjalankan sejumlah large language model (LLM) secara lokal.
Layar Terang untuk Kerja di Luar Ruangan
Salah satu bagian yang paling ditonjolkan ASUS adalah layar Tandem OLED 14 inci.
Panel tersebut memiliki resolusi 3K 2.880 x 1.800 piksel, refresh rate hingga 120Hz dan tingkat kecerahan HDR peak mencapai 1.400 nits. Layar juga mendukung 100 persen DCI-P3 serta VESA DisplayHDR True Black 1000.
Angka kecerahan itu membuat ExpertBook Ultra dirancang untuk tetap nyaman digunakan ketika bekerja di tempat dengan pencahayaan tinggi, termasuk kafe, ruang tunggu bandara atau area luar ruangan.
“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung,” kata Eric.
Selain layar, ASUS memberikan perhatian pada bagian yang bersentuhan langsung dengan pengguna.
ExpertBook Ultra menggunakan Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad berukuran 110 cm² dengan enam sensor tekanan. Sistem tersebut menggantikan mekanisme touchpad konvensional dengan respons haptic yang diklaim lebih merata.
Keyboard full-size dengan key travel 1,5 milimeter juga dirancang untuk memberikan sensasi mengetik yang lebih dekat dengan keyboard desktop.
Untuk kebutuhan multimedia dan rapat daring, perangkat ini menggunakan sistem enam speaker dengan Dolby Atmos, yang dipadukan dengan dual-magnetic woofer dan dedicated tweeter.
Tipis, Ringan, tetapi Tetap Tangguh
Di atas kertas, ExpertBook Ultra membawa salah satu karakter yang paling dicari dari laptop bisnis modern: mudah dibawa tanpa harus mengorbankan performa.
Varian Polymer OLED memiliki bobot mulai 0,99 kilogram, sedangkan varian Tandem OLED berbobot sekitar 1,09 kilogram. Ketebalannya hanya 10,9 milimeter.
Meski tipis, ASUS mengklaim perangkat tersebut telah melewati pengujian ketahanan MIL-STD-810H. Sasis magnesium-aluminium juga dirancang untuk menghadapi penggunaan sehari-hari yang cukup keras.
Salah satu pengujian yang ditampilkan ASUS adalah kemampuan menahan tekanan hingga 100 kilogram.
“Daya tahan terhadap tekanan hingga 100 kilogram atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis,” ujar Eric.
Untuk keamanan, ExpertBook Ultra dilengkapi ASUS ExpertGuardian, TPM 2.0, Microsoft Pluton, sensor sidik jari, Windows Hello IR dan physical webcam shield.
ASUS juga menyematkan sistem perlindungan BIOS serta dukungan NIST SP 800-193 untuk memperkuat keamanan perangkat dari sisi firmware.
Adu Spesifikasi dengan Laptop Flagship Kompetitor
ASUS turut membandingkan ExpertBook Ultra dengan sejumlah laptop bisnis premium dari Lenovo, Dell, HP dan Apple.
Dalam perbandingan tersebut, ASUS menyoroti lima area yang dianggap menjadi keunggulan ExpertBook Ultra, yakni layar, touchpad, baterai, grafis dan kemampuan AI.
Baterai 70 Wh misalnya, diklaim mampu bertahan hingga 26 jam dengan pengisian 50 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Di sektor grafis, ExpertBook Ultra mengandalkan Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores. ASUS menyebut performanya dapat mencapai sekitar 35 persen lebih tinggi dibandingkan GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 dengan TGP 30 watt berdasarkan pengujian 3DMark Time Spy.
Namun, daya tarik utama laptop ini tetap berada pada upayanya membawa kemampuan AI langsung ke perangkat.
Dengan NPU hingga 50 TOPS, RAM hingga 64 GB dan dukungan LLM lokal, ASUS ingin ExpertBook Ultra tidak sekadar menjadi laptop untuk menjalankan aplikasi kantor, tetapi juga menjadi perangkat kerja yang mampu menangani berbagai kebutuhan AI tanpa selalu bergantung pada koneksi internet.
Peluncuran di Pontianak tersebut turut dirangkai dengan temu media dan berbagai kegiatan interaktif, mulai dari ASUS Business & Product Update, Product Experience, Durability Test, ExpertHunt hingga quiz games.
Lewat ExpertBook Ultra, ASUS membawa pesan yang cukup jelas: laptop bisnis premium tidak lagi hanya soal prosesor cepat dan bodi tipis. Perangkat kerja kini dituntut mampu menjaga data, menjalankan AI secara lokal, tahan dibawa bepergian, sekaligus tetap nyaman digunakan berjam-jam.
Semua itu dirangkum ASUS melalui tagline “Trusted by IT Experts. Built for Worry-Free Business.”















Discussion about this post