KUBU RAYA – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 Tahun 2026 di Kalimantan Barat tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarkader, tetapi juga wadah untuk mengasah kreativitas, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat peran PKK dalam mendukung pembangunan keluarga.
Semangat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan empat lomba yang diikuti Tim Penggerak PKK dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, yakni Lomba Penyuluhan Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK), Lomba Parodi Kesehatan, Lomba Kreasi Busana, dan Lomba Tampilan Stan, yang digelar di Hotel Dangau dan Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (28/7/2026).
Ketua Bidang I Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, S.H., M.H., meninjau langsung seluruh rangkaian perlombaan sekaligus membuka secara resmi Lomba Penyuluhan KISAK yang diselenggarakan Pokja I TP PKK Provinsi Kalbar.
Dalam sambutannya, Donata menegaskan bahwa peringatan HKG PKK harus menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian kader kepada masyarakat, bukan sekadar agenda tahunan.
“Hari Kesatuan Gerak PKK menjadi momentum bagi seluruh kader untuk semakin memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan setiap keluarga memperoleh pengetahuan dan pelayanan yang dibutuhkan agar mampu mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, empat perlombaan yang digelar tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan kader sekaligus melahirkan berbagai inovasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Setiap lomba mengusung misi edukatif.
Lomba KISAK bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya administrasi kependudukan, sementara Lomba Parodi Kesehatan menghadirkan pesan-pesan kesehatan melalui pendekatan yang kreatif dan mudah dipahami masyarakat.
Adapun Lomba Kreasi Busana menjadi ruang bagi kader untuk menampilkan kreativitas dengan mengangkat kekayaan budaya lokal, sedangkan Lomba Tampilan Stan menampilkan berbagai inovasi dan program unggulan TP PKK kabupaten/kota dalam mendukung implementasi 10 Program Pokok PKK.
Tertib Administrasi Dimulai dari Keluarga
Donata menilai salah satu tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah belum meratanya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan.
Menurutnya, kepemilikan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, Akta Kelahiran, hingga Kartu Identitas Anak (KIA) bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi pintu masuk masyarakat untuk memperoleh berbagai layanan publik.
“Keluarga adalah fondasi utama dalam membangun bangsa. Karena itu, kesadaran terhadap administrasi kependudukan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Setiap warga negara berhak memiliki dokumen kependudukan yang lengkap karena dokumen tersebut menjadi dasar untuk memperoleh berbagai pelayanan publik,” jelasnya.
Ia mengakui masih terdapat masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan secara lengkap. Karena itu, kader PKK diharapkan menjadi ujung tombak edukasi agar tidak ada lagi keluarga yang tertinggal dalam mengakses hak-haknya sebagai warga negara.
“Tugas kita sebagai kader PKK adalah hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman bahwa tertib administrasi kependudukan sangat penting. Melalui penyuluhan, kita ingin membangun kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap hak-haknya,” katanya.
Kompetisi Sekaligus Ruang Belajar
Donata juga mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Penyuluhan KISAK yang menghadirkan dewan juri dari berbagai unsur, mulai dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum, akademisi Universitas Panca Bhakti, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Barat.
Menurutnya, keterlibatan para ahli tersebut diharapkan mampu menghasilkan penyuluh-penyuluh PKK yang tidak hanya komunikatif, tetapi juga memiliki pemahaman yang benar terhadap regulasi administrasi kependudukan.
“Kami menghadirkan para juri yang memiliki kompetensi di bidangnya agar materi yang disampaikan peserta sesuai regulasi, metode penyuluhannya efektif, dan informasi yang diberikan kepada masyarakat benar-benar akurat,” tuturnya.
Ia berharap seluruh peserta menjadikan perlombaan ini sebagai ajang bertukar pengalaman dan memperkaya wawasan, bukan semata-mata mengejar prestasi.
“Jangan hanya berorientasi menjadi juara. Jadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan membawa pulang berbagai inovasi yang nantinya dapat diterapkan di desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten dan kota masing-masing. Penyuluhan yang baik adalah penyuluhan yang mampu memberikan perubahan nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Donata mengajak seluruh kader PKK untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga yang tangguh melalui berbagai program pemberdayaan.
“PKK memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun karakter keluarga. Ketika keluarga tertib administrasi, sehat, dan memiliki pengetahuan yang baik, maka pembangunan daerah akan semakin kuat. Semangat inilah yang harus terus kita hidupkan melalui Hari Kesatuan Gerak PKK,” pungkasnya.
Rangkaian empat perlombaan tersebut menjadi bagian dari peringatan HKG PKK Ke-54 Provinsi Kalimantan Barat yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas kader, mendorong lahirnya inovasi pemberdayaan masyarakat, serta mempererat sinergi TP PKK kabupaten/kota dalam mendukung pembangunan daerah yang berawal dari keluarga.
















Discussion about this post