PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan pengembangan Lapangan Tembak Gelora Khatulistiwa, Pontianak, untuk memperkuat pembinaan atlet menembak.
Pengembangan fasilitas itu telah dianggarkan untuk 2027, termasuk pembangunan area tembak 50 meter.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengatakan, peningkatan fasilitas menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan atlet menembak yang berkelanjutan. Hal itu disampaikannya saat membuka PERBAKIN Kalbar Cup 2026 di Lapangan Tembak Gelora Khatulistiwa, Sabtu (8/8/2026).
“Kita akan terus mengupayakan langkah-langkah nyata dalam pembinaan dan rehabilitasi fasilitas tembak di kawasan Gelora Khatulistiwa ini. Tahun 2027 sudah kita anggarkan untuk pengembangan fasilitasnya,” ujar Krisantus.
Menurut Krisantus yang juga Ketua Pengurus Persatuan Menembak Indonesia (PERBAKIN) Kalimantan Barat, lapangan tembak tersebut nantinya dilengkapi area latihan dengan jarak 25 meter dan 50 meter. Pengembangan itu diharapkan membuat fasilitas latihan lebih memadai untuk atlet.
“Ke depan kita sempurnakan lapangan tembak ini. Di belakang akan kita bangun area 50 meter dan fasilitas lainnya. Harapannya lapangan ini semakin layak dan bisa digunakan untuk kegiatan pembinaan secara rutin,” katanya.
Krisantus mengatakan, pengembangan sarana harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembinaan. Kompetisi yang rutin diperlukan untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menemukan bibit-bibit baru.
Karena itu, PERBAKIN Kalbar Cup 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan pemetaan atlet.
“Turnamen ini bukan hanya untuk memperebutkan medali atau piagam penghargaan. Ini merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dia meminta pengurus, pelatih, dan pembina PERBAKIN di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota lebih aktif menjaring atlet potensial, terutama dari kalangan generasi muda.
“Kita harus membangun sistem pembinaan sejak usia dini agar Kalbar mampu melahirkan atlet-atlet menembak yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Krisantus.
Menurut dia, semakin banyak kompetisi digelar, semakin mudah bagi pembina melihat perkembangan dan potensi atlet. Pengalaman bertanding juga menjadi modal penting sebelum atlet menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
“Dengan semakin seringnya kompetisi digelar, kita bisa melihat bibit-bibit unggul yang memiliki bakat dan kemampuan dalam olahraga menembak,” ujarnya.
Disiapkan untuk Porprov
PERBAKIN Kalbar Cup 2026 juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat yang direncanakan berlangsung November 2026.
Krisantus berharap turnamen tersebut dapat menjadi momentum bagi pengurus PERBAKIN kabupaten/kota untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan pola pembinaan atlet.
“Pengurus PERBAKIN provinsi dan kabupaten/kota harus kompak, bersatu dan bersinergi. Kita harus memiliki misi yang sama, yaitu membina atlet-atlet menembak Kalbar agar mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Selain pembinaan, turnamen tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antar-atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus PERBAKIN dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Krisantus juga membuka peluang agar Lapangan Tembak Gelora Khatulistiwa nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat yang ingin mengenal olahraga menembak. Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut harus disertai pengawasan dan penerapan prosedur keselamatan.
“Kita rencanakan juga agar tempat ini bisa dibuka untuk umum yang ingin mencoba olahraga menembak. Tetapi yang paling utama adalah keamanan,” tegasnya.
Dia menekankan, setiap orang yang ingin mencoba olahraga menembak harus mendapatkan pendampingan dan memahami prosedur keselamatan.
“Menembak ini yang paling penting adalah safety. Kalau kita belum memahami keselamatan, itu sangat berbahaya,” ujarnya.
Kepada seluruh peserta PERBAKIN Kalbar Cup 2026, Krisantus meminta agar pertandingan dijalani dengan disiplin, tenang, fokus, dan menjunjung sportivitas.
“Menang atau kalah merupakan bagian dari sebuah kompetisi. Yang paling penting adalah kita bertanding dengan sportif dan terus memperbaiki kemampuan,” katanya.
Sementara kepada juri dan wasit, dia meminta penilaian dilakukan secara objektif dan profesional agar turnamen berlangsung berkualitas serta dipercaya seluruh peserta.
PERBAKIN Kalbar Cup 2026 diikuti atlet, pelatih, ofisial, serta pengurus PERBAKIN dari kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Turnamen tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk mencetak atlet menembak Kalbar yang mampu bersaing di tingkat nasional.
(wnd)
















Discussion about this post