pontianakpop.com
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
pontianakpop.com
No Result
View All Result
  • News
  • POP CULTURE
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • URBAN KOTA
  • OPINI
  • MULTIMEDIA
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
Home HUKUM & KRIMINAL

42 Ton Pangan Ilegal Diamankan di Pontianak, Dikirim dari Belanda

Segudang pangan ilegal diamankan di Pontianak

14 Mei 2026
in HUKUM & KRIMINAL, Kalbar, Kasus Viral, Kota Pontianak, Kriminalitas, Penegakan Hukum, PERISTIWA
42 Ton Pangan Ilegal Diamankan di Pontianak, Dikirim dari Belanda
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PONTIANAK – Upaya penyelundupan puluhan ton komoditas pangan ilegal berhasil digagalkan. Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat bersama Polda Kalimantan Barat mengamankan sekitar 42 ton bahan pangan impor ilegal yang diduga siap diedarkan di Kalimantan Barat.

Komoditas tersebut ditemukan di sebuah gudang di kawasan Jalan Komodor Yos Sudarso setelah Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Karantina Kalbar bersama Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalbar melakukan penindakan berdasarkan informasi yang diterima petugas.

Kepala Karantina Kalbar, Ferdi, menjelaskan komoditas yang diamankan terdiri dari bawang bombai sebanyak 1.694 karung atau sekitar 33,9 ton, kentang 735 karung dengan berat 7,35 ton, serta wortel sebanyak 61 karton atau sekitar 1,22 ton.

“Komoditas ini tidak dilengkapi sertifikat kesehatan karantina dari negara asal dan tidak dilaporkan kepada petugas karantina sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan,” ujar Ferdi saat

konferensi pers di Pontianak, Rabu (13/5).

Berdasarkan label kemasan, komoditas pangan tersebut berasal dari Belanda dan China, sementara importir diketahui berasal dari Malaysia.

Ferdi menegaskan, pemasukan pangan ilegal tanpa dokumen resmi sangat berbahaya karena berpotensi membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), residu pestisida, hingga logam berat yang dapat mengancam sektor pertanian dan kesehatan masyarakat.

“Kami akan menindak tegas setiap pelaku penyelundupan bahan pangan yang tidak memenuhi persyaratan karantina. Ini demi menjamin keamanan pangan dan mencegah masuknya OPTK ke Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, bawang bombai ilegal tersebut berpotensi membawa berbagai jenis hama dan penyakit tanaman, mulai dari serangga, cendawan, bakteri, nematoda, hingga virus tanaman. Begitu pula dengan kentang dan wortel yang dinilai memiliki risiko tinggi membawa organisme berbahaya bagi tanaman lokal.

Selain ancaman terhadap pertanian, komoditas tersebut juga diduga mengandung puluhan senyawa kimia dan logam berat yang berisiko membahayakan kesehatan manusia serta lingkungan.

Ferdi menyebut pelaku pemasukan komoditas ilegal dapat dijerat pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda hingga Rp10 miliar.

“Penegakan hukum ini menjadi bukti negara hadir melindungi masyarakat dari ancaman pangan ilegal yang berisiko terhadap kesehatan dan sektor pertanian nasional,” katanya.

Ia menambahkan, Kalimantan Barat menjadi wilayah yang rawan penyelundupan komoditas pertanian karena memiliki garis perbatasan darat sepanjang 857 kilometer dengan Malaysia.

Karena itu, Karantina Kalbar akan terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap pemasukan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan ke Indonesia memenuhi ketentuan karantina.

“Keamanan pangan, kelestarian sumber daya alam, dan kedaulatan negara harus terus kita jaga bersama,” pungkas Ferdi.

Tags: Kalimantan baratKarantinapangan ilegalPontianak
Admin

Admin

Related Posts

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah
Kota Pontianak

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan
Kota Pontianak

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah
Kota Pontianak

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Next Post
Tersus WHW di Ketapang Ilegal, DPRD Kalbar: Jangan Ada Perusahaan Kebal Aturan

Tersus WHW di Ketapang Ilegal, DPRD Kalbar: Jangan Ada Perusahaan Kebal Aturan

DPRD Kalbar Desak Audit Total Tersus WHW AR, Dugaan Kerugian Negara Harus Diusut

DPRD Kalbar Desak Audit Total Tersus WHW AR, Dugaan Kerugian Negara Harus Diusut

MBCI Rally 3rd Jadi Ajang Promosi Pontianak ke Malaysia dan Brunei

MBCI Rally 3rd Jadi Ajang Promosi Pontianak ke Malaysia dan Brunei

Discussion about this post

Recommended

Pontianak Atletik Open 2026 Sukses, PASI Optimistis Lahirkan Atlet Unggulan

Pontianak Atletik Open 2026 Sukses, PASI Optimistis Lahirkan Atlet Unggulan

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Ria Norsan: Buruh Nadi Ekonomi Kalbar, Kesejahteraan Tak Bisa Ditawar

Gubernur Ria Norsan Sambut Wakasad di Kalbar, Perkuat Sinergi TNI AD dan Pemprov

Gubernur Ria Norsan Sambut Wakasad di Kalbar, Perkuat Sinergi TNI AD dan Pemprov

Ngurah Rai International Airport To Close For 24 Hours For Nyepi

Categories

  • BBM & Ekonomi
  • Culture
  • Entertainment
  • EVENT & HIBURAN
  • Event Lokal
  • Fashion
  • Festival
  • Finance
  • HUKUM & KRIMINAL
  • image
  • Kalbar
  • Kasus Viral
  • Kebijakan
  • Komunitas
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • Kota Pontianak
  • Kreator
  • Kriminalitas
  • Kubu Raya
  • KULINER
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • National
  • News
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • Nongkrong
  • Opinion
  • PEMPROV KALBAR
  • Penegakan Hukum
  • PERISTIWA
  • Perspektif
  • Politics
  • PONTIPOP
  • POP CULTURE
  • RADAR KOTA
  • Rekomendasi
  • Review
  • Sports
  • Tokoh Lokal
  • Top News
  • Transportasi
  • Travel
  • Tren
  • UMKM
  • URBAN / KOTA

Topics

2018 FIFA World Cup 2018 League Asian Games 2018 Balinese Culture Bali United BBM Budaya Budget Travel Chopper Bike Dayak Edi Kamtono Ekspedisi Merah Putih gubernur kalbar Harisson Istana Negara Kabut Asap Kalbar Kalimantan barat karang taruna karhutla Kayong Utara Kebakaran hutan dan lahan kemarau Ketapang Krisantus Kurniawan Kubu Raya Landak Malaysia Market Stories National Exam Pekan gawai dayak Pemprov Kalbar perbatasan PLN Pontianak Ria Norsan Sambas Sanggau Sekda Kalbar singkawang Sintang Temajuk Visit Bali Wagub Kalbar WHW

Highlights

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Daud Yordan Bidik Kemenangan KO atas Adore Torres di Pontianak

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Trending

Pemprov Kalbar Bidik Dugaan Pelanggaran Perusahaan Terkait Karhutla
PEMPROV KALBAR

Pemprov Kalbar Bidik Dugaan Pelanggaran Perusahaan Terkait Karhutla

by Admin
0

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperketat pengawasan terhadap perusahaan sektor kehutanan dan perkebunan menyusul dugaan pelanggaran...

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

pontianakpop.com

© 2026 www.pontianakpop.com

Navigate Site

  • Advertise
  • Tentang Kami

Follow Us

  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result

© 2026 www.pontianakpop.com