Tanpa latar belakang pertanian, Sarah justru mampu membangun usaha bibit sayur dan buah organik yang kini berkembang di Pontianak Selatan, Pontianak, Kalbar.
Berawal dari belajar otodidak melalui internet, usahanya kini menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap bulan.
Sarah memulai perjalanan usahanya dari ketidaktahuan. Lulusan bidang bahasa Inggris ini mengaku tidak memiliki pengalaman di dunia pertanian saat pertama kali merintis Kebun AlaAla pada akhir 2025.
“Saya bukan dari bidang pertanian, jadi benar-benar belajar sendiri dari internet dan media sosial,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Selama kurang lebih dua bulan, ia mempelajari dasar-dasar penanaman secara mandiri. Setelah merasa cukup memahami, Sarah mulai menanam berbagai jenis bibit pada Desember 2025.
Menurutnya, usaha di bidang pertanian dipilih karena lebih fleksibel dalam pengelolaan waktu.
“Kalau bibit sudah siap, baru dijual. Jadi waktunya lebih bisa diatur,” katanya.
Kini, Kebun AlaAla menyediakan puluhan jenis bibit sayur dan buah organik, mulai dari cabai rawit, berbagai varietas tomat, terong, kale, bayam merah, hingga okra hijau dan merah yang masih tergolong jarang di pasaran.
Dari berbagai jenis tersebut, bibit cabai rawit, tomat, dan terong menjadi yang paling diminati pembeli.
Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp50.000 per bibit. Dalam satu bulan, Sarah mampu mencatat omzet sekitar Rp3 juta dengan penjualan mencapai ratusan bibit. Secara keseluruhan, lebih dari seribu bibit telah terjual sejak usaha ini berjalan.
Untuk pemasaran, Sarah mengandalkan media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Threads. Konsumen yang datang pun beragam, mulai dari masyarakat umum hingga kalangan aparat.
Meski begitu, ia mengakui usaha ini tidak lepas dari tantangan, terutama faktor cuaca yang kerap memengaruhi pertumbuhan tanaman.
“Kalau hujan deras, bibit bisa rusak. Kalau panas terlalu terik juga bisa bikin tanaman kering,” jelasnya.
Selain itu, beberapa tanaman seperti cabai rawit juga rentan terhadap serangan hama, sehingga membutuhkan perawatan lebih intensif.
Di balik perkembangan usahanya, terdapat motivasi pribadi yang kuat. Sarah mengungkapkan bahwa usaha ini juga menjadi bagian dari niatnya untuk bersedekah atas nama mendiang suaminya.
“Sebagian hasilnya ingin saya sedekahkan, semoga bisa jadi amal jariah,” ungkapnya.
Ke depan, ia berencana mengembangkan Kebun AlaAla dengan menjual hasil panen sayur dan buah jika lahan yang dimiliki sudah memadai.
Kebun AlaAla berlokasi di Jalan M. Sohor, Gang Sederhana, Pontianak Selatan. Pembelian bibit dapat dilakukan langsung di lokasi atau melalui Instagram @kebun_alaala serta WhatsApp 0895374029218.
















Discussion about this post