SAMBAS – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menggelar kegiatan Gema Membangun Desa di Desa Temajuk, Sabtu (13/6). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah provinsi dan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi pembangunan dari tingkat desa.
Dalam dialog yang diikuti perwakilan sembilan desa di Kecamatan Paloh, Norsan menegaskan pentingnya mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat agar program pembangunan yang disusun benar-benar menjawab persoalan di lapangan.
“Hari ini kita mengadakan Gema Membangun Desa bersama masyarakat. Tujuannya untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat, khususnya di Kecamatan Paloh. Ada sembilan desa yang hadir dalam dialog interaktif bersama pemerintah,” ujarnya.
Menurut Norsan, berbagai usulan yang disampaikan warga akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program dan kegiatan pemerintah daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.
Ia menyebut sejumlah aspirasi yang mengemuka di antaranya terkait kebutuhan perumahan, penanganan rumah tidak layak huni, serta berbagai kebutuhan dasar masyarakat lainnya.
“Kita ingin menampung aspirasi masyarakat dan jika memungkinkan akan kita implementasikan dalam penyusunan APBD 2027. Misalnya usulan terkait perumahan, penanganan rumah tidak layak huni, maupun kebutuhan dasar lainnya,” katanya.
Norsan menegaskan, pendekatan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat saat ini mengedepankan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.
Selain menjadi forum penyampaian aspirasi, kegiatan Gema Membangun Desa di Temajuk juga dirangkai dengan berbagai layanan kepada masyarakat serta hiburan rakyat yang berlangsung hingga sore hari.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap pembangunan daerah dapat dirancang secara lebih inklusif dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan.
















Discussion about this post