PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai jaring pengaman ekonomi pekerja, khususnya di sektor konstruksi yang memiliki risiko kerja tinggi.
Hal itu disampaikan saat membuka agenda penguatan kepatuhan jasa konstruksi yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Novotel Pontianak, Kamis (30/4/2026).
Menurut Norsan, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja dari risiko sosial dan ekonomi.
“Dengan iuran hanya sekitar Rp16 ribu, manfaat yang diterima bisa mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya.
Ia menekankan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan harus menjadi syarat wajib dalam pencairan anggaran pihak ketiga. Khusus sektor konstruksi, penyedia jasa diwajibkan mendaftarkan pekerja maksimal 14 hari sejak Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan.
“PPK harus memastikan seluruh pekerja konstruksi sudah terlindungi. Ini sektor dengan risiko tinggi,” tegasnya.
Selain itu, Norsan juga mendorong penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk mencapai target zero accident, serta meminta Inspektorat memperkuat pengawasan terhadap kepatuhan penyedia jasa.
Ia mengajak seluruh pekerja, baik formal maupun informal, untuk segera menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan diri dan keluarga.
Menurutnya, santunan kematian bagi peserta dapat mencapai lebih dari Rp100 juta hingga Rp200 juta, yang dapat menjadi penopang ekonomi keluarga, termasuk sebagai modal usaha.
Pemerintah Provinsi Kalbar juga terus mendorong percepatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) agar seluruh pekerja memperoleh perlindungan sosial yang layak.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Perwakilan Kalbar Ady Hendrata mengungkapkan, hingga Maret 2026 pihaknya telah membayarkan klaim sebesar Rp257,85 miliar untuk 24.746 kasus di Kalimantan Barat.
Untuk mencapai target cakupan 45,58 persen tahun ini, diperlukan penambahan sekitar 165 ribu peserta baru setiap triwulan.
















Discussion about this post