PONTIANAK – Deru mesin sepeda motor berpadu dengan pembahasan kesehatan. Para dokter yang sehari-hari bergelut dengan dunia medis kali ini tampil dengan cara berbeda: mengenakan perlengkapan berkendara, menyalurkan hobi, sekaligus membawa misi edukasi dan pengabdian.
Semangat itulah yang diusung MedDocs Indonesia melalui seminar “Bikers Berilmu” sekaligus Inaugurasi MedDocs West Borneo Chapter di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan resmi dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., dengan pemukulan gong. Menariknya, Krisantus juga datang menggunakan sepeda motor bersama jajarannya.
Bagi Krisantus, konsep yang diusung MedDocs memiliki nilai lebih karena tidak berhenti pada aktivitas touring. Hobi berkendara dipadukan dengan ilmu pengetahuan, edukasi kesehatan, kegiatan sosial, hingga promosi potensi daerah.
“Saya mengapresiasi kegiatan yang diawali dengan seminar kesehatan tentang kanker payudara dan kanker serviks. Ini merupakan edukasi yang sangat bermanfaat dalam rangka memberikan pendidikan sekaligus layanan kesehatan di Provinsi Kalbar,” ujar Krisantus.
Menurutnya, keberadaan komunitas seperti MedDocs dapat menjadi sarana untuk memperluas manfaat hingga ke masyarakat. Touring, kata dia, seharusnya tidak hanya menjadi perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga kesempatan untuk menyapa dan berbagi.
“Di setiap titik yang kami lewati, kami ingin menyapa, berbagi, dan memberikan manfaat, sehingga perjalanan ini tidak hanya menyenangkan bagi kami, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Touring Tak Harus Mewah
Krisantus bahkan mendorong para peserta menikmati perjalanan dengan cara sederhana. Baginya, kebersamaan justru bisa terasa lebih kuat ketika para biker tidak selalu terpaku pada tempat makan atau fasilitas yang mewah.
“Kalau bisa kita beli nasi bungkus. Tidak harus makan di warung, tidak harus makan di restoran. Kita berhenti di tengah jalan, entah di bawah pohon sawit, kita duduk di situ. Kembali mengingat masa lalu. Itu lebih seru,” ujarnya.
Ia juga melihat perjalanan lintas wilayah yang dilakukan MedDocs sebagai peluang untuk memperkenalkan Kalimantan Barat kepada peserta dari luar daerah.
Touring menuju kawasan perbatasan, menurutnya, dapat menjadi cara sederhana namun efektif untuk memperkenalkan wisata dan berbagai potensi daerah.
“Sekaligus kita promosikan pariwisata. Karena yang hadir bukan hanya dokter dari Pontianak, tetapi juga dokter dari luar Kalbar,” jelasnya.
Dokter Biker Diajak Bijak Bermedia Sosial
Tidak hanya berbicara mengenai touring dan kesehatan, Krisantus juga mengingatkan peserta mengenai penggunaan teknologi informasi dan media sosial.
Menurutnya, teknologi telah membuat masyarakat semakin mudah bekerja, belajar, berdagang, berkomunikasi, bahkan mempromosikan daerah. Namun, kemudahan tersebut harus diiringi kecakapan dalam memilah informasi dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
“Di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, kita sesungguhnya dimudahkan untuk mendunia. Bukan hanya menasional, tetapi mendunia dengan teknologi yang ada di tangan kita masing-masing,” katanya.
Ia menilai literasi digital menjadi semakin penting agar teknologi tidak justru membawa masyarakat pada aktivitas negatif, termasuk perjudian daring dan penyalahgunaan media sosial.
“Saya di setiap kesempatan selalu memberikan edukasi tentang literasi digital. Bagaimana kita memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif,” tegasnya.
Menurut Krisantus, media sosial juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kegiatan positif dan mempromosikan daerah.
“Teknologi ini bisa berakibat fatal kalau kita tidak bijak menggunakan. Tetapi kalau kita bijak menggunakan, kita bisa mempromosikan daerah kita, mempromosikan aktivitas kita,” tuturnya.
Ia pun mengingatkan para biker agar tidak mengorbankan keselamatan demi konten selama perjalanan. Pesannya sederhana yakni menikmati perjalanan jauh lebih penting daripada mengejar kecepatan.
“Besok saya pesan, jangan ngebut. Kita berkendara bukan untuk mengejar kecepatan, tetapi untuk menikmati perjalanan dan memberikan manfaat,” pesannya.
Dari Seminar Kesehatan hingga Pengobatan Gratis
Ketua West Borneo Chapter MedDocs Indonesia, dr. Sulistyo Budiman, Sp.B (K) Onk, FINACS., menjelaskan bahwa MedDocs sejak awal tidak ingin dikenal hanya sebagai komunitas dokter yang memiliki hobi sepeda motor.
Semangat “Bikers Berilmu” justru dirancang untuk menjadikan setiap perjalanan sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengabdian.
“MedDocs ini bukan hanya komunitas biker, tetapi kami ingin membawa ilmu dan pengabdian di setiap kegiatan yang kami lakukan,” ungkapnya.
Sebelum inaugurasi, MedDocs telah lebih dulu menggelar pengobatan massal dan pengobatan gratis bagi masyarakat di wilayah Toho dan sekitarnya.
“Kami sebelumnya sudah melakukan pengobatan massal dan pengobatan gratis. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk hadir dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Seminar kesehatan yang menjadi bagian dari kegiatan juga mengangkat tema penting mengenai deteksi dini kanker payudara. Materi disampaikan oleh dokter spesialis bedah onkologi konsultan.
Sulistyo berharap pengetahuan tersebut tidak berhenti sebagai materi seminar, tetapi diteruskan peserta kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Harapan kami, ilmu yang disampaikan hari ini tidak berhenti di ruangan seminar, tetapi bisa dibawa pulang dan disampaikan kepada keluarga maupun masyarakat di sekitar kita,” ujarnya.
Melintas Perbatasan, Bawa Misi Sosial
Usai seminar dan inaugurasi, rombongan MedDocs West Borneo Chapter melanjutkan perjalanan menuju Kuching, Sarawak, Malaysia.
Rute perjalanan dirancang melintasi perbatasan Aruk dan kembali ke Kalimantan Barat melalui Entikong.
Namun, perjalanan tersebut bukan sekadar agenda touring. Sejumlah kegiatan sosial juga disiapkan di sepanjang rute.
Rombongan akan berhenti di beberapa titik untuk beristirahat, mengisi bahan bakar, berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus membagikan masker secara gratis.
“Dalam perjalanan rute besok ada beberapa titik yang akan kami berhenti sejenak untuk rest area, isi minyak, dan juga pembagian masker gratis kepada masyarakat,” tutur Sulistyo.
Pembagian masker menjadi bentuk kepedulian MedDocs terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
“Kami ingin perjalanan ini juga memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama dengan kondisi kabut asap akibat karhutla yang terjadi di beberapa wilayah,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 sepeda motor dengan 67 peserta, termasuk 17 peserta yang mengikuti perjalanan secara berpasangan.
Melalui semangat “Bikers Berilmu”, MedDocs West Borneo Chapter ingin membuktikan bahwa hobi berkendara dapat berjalan beriringan dengan ilmu dan kepedulian sosial.
Bagi mereka, jalan raya bukan sekadar tempat untuk melaju, tetapi juga ruang untuk belajar, bersilaturahmi, memperkenalkan daerah, dan meninggalkan manfaat bagi masyarakat yang ditemui sepanjang perjalanan.
















Discussion about this post