PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menginstruksikan penguatan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul tingginya sebaran titik panas di sejumlah wilayah Kalbar.
Norsan meminta patroli dan pemadaman dini dilakukan secara maksimal, termasuk pada malam hari. Pemadaman melalui jalur udara dengan water bombing juga diminta diprioritaskan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses tim darat.
“Seluruh personel dan sumber daya yang tersedia terus kita kerahkan secara maksimal. Penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan untuk memastikan titik-titik kebakaran dapat segera dikendalikan serta tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” kata Norsan, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan pemantauan cepat sistem SIPONGI hingga 31 Agustus 2026, terdapat 7.377 titik panas di Kalimantan Barat.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar Ganda Butarbutar merinci, sebanyak 455 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi (high), 6.842 titik tingkat kepercayaan sedang (medium), dan 80 titik tingkat kepercayaan rendah (low).
Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 3.176 titik. Selanjutnya Kubu Raya 1.352 titik dan Kayong Utara 837 titik.
Pemadaman diperkuat
Menurut Norsan, kecepatan penanganan menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas, terutama di kawasan gambut.
Ia meminta seluruh jajaran memperkuat patroli dan pemadaman dini selama 24 jam di wilayah yang rawan kebakaran.
“Kami meminta seluruh jajaran di lapangan untuk terus memperkuat patroli dan pemadaman dini. Semakin cepat api ditemukan dan dipadamkan, semakin kecil risiko kebakaran meluas terutama pada kawasan gambut yang sangat rentan,” ujarnya.
Norsan juga meminta operasi pemadaman malam hari terus dilakukan. Kondisi suhu yang lebih rendah dan kelembapan udara yang lebih tinggi dinilai dapat membantu proses pemadaman.
Selain itu, pemerintah memperkuat pembasahan lahan gambut (rewetting), pembangunan sekat bakar, dan penggunaan pompa bertekanan tinggi.
Untuk lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, koordinasi dengan BNPB dan unsur terkait dilakukan guna mendapatkan dukungan water bombing.
“Koordinasi dengan BPBD, BNPB dan seluruh unsur terkait terus dilakukan agar dukungan water bombing dapat diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat,” kata Norsan.
Asap memburuk
Penguatan penanganan karhutla dilakukan di tengah memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Kalbar.
Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) periode 30-31 Agustus 2026 menunjukkan kualitas udara Kota Pontianak berada dalam kategori berbahaya, dengan konsentrasi PM2,5 mencapai 763.
Kabupaten Sambas berada pada kategori sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM2,5 mencapai 218. Adapun Kabupaten Mempawah telah menetapkan status darurat asap.
Sejumlah kebakaran juga masih ditangani tim gabungan.
Di Kabupaten Kubu Raya, pemadaman dilakukan di Desa Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang. Tim melakukan operasi hingga malam untuk melokalisasi kebakaran lahan gambut di sekitar permukiman.
Di Kabupaten Ketapang, kebakaran di Desa Simpang Tiga Sembelangaan, Kecamatan Nanga Tayap, diperkirakan membakar sekitar 1.000 hektar lahan.
Lokasi tersebut sulit dijangkau melalui jalur darat dan jauh dari sumber air sehingga tim mengusulkan dukungan water bombing.
Di Kabupaten Kapuas Hulu, kebakaran di Desa Buak Limbang, Kecamatan Pengkadan, melanda sekitar 400 hektar lahan.
Sementara itu, pemadaman di Kayong Utara dan Mempawah terkendala minimnya sumber air akibat parit dan kanal yang mengering. Angin kencang juga memicu munculnya titik api baru dan mempercepat penyebaran asap.
Waspada sampai 5 September
Potensi kebakaran masih tinggi. Berdasarkan peta potensi kemudahan terjadinya karhutla dari BMKG Stasiun Meteorologi Supadio, hampir seluruh wilayah Kalbar berada dalam kategori sangat mudah terbakar hingga 5 September 2026.
Norsan meminta masyarakat ikut mencegah munculnya titik api dengan tidak membuka lahan menggunakan metode pembakaran.
“Masyarakat memiliki peran penting dalam pencegahan karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan agar dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah maupun sisa vegetasi dan segera melapor jika menemukan titik api.
Di tengah kualitas udara yang memburuk, Norsan meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak serta menggunakan masker medis atau masker N95 di wilayah yang terdampak asap.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan mendukung upaya penanganan karhutla yang sedang dilakukan,” pungkas Norsan.













Discussion about this post