KUBU RAYA – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Kubu Raya menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah pembangunan ke depan.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menilai usia hampir dua dekade telah membawa Kubu Raya tumbuh menjadi salah satu daerah strategis yang berperan besar dalam menggerakkan perekonomian Kalimantan Barat.
Upacara peringatan HUT ke-19 berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (17/7/2026), dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kepemudaan, hingga aparatur sipil negara.
Dalam amanatnya, Krisantus mengatakan perjalanan 19 tahun merupakan fase penting yang menandai kematangan sebuah daerah.
Menurutnya, Kubu Raya tidak lagi sekadar dikenal sebagai kabupaten hasil pemekaran, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang diperhitungkan di Kalimantan Barat.
“Di usia ke-19 ini, Kubu Raya telah menunjukkan kematangan sebagai sebuah daerah. Perjalanannya bukan lagi sekadar membangun identitas sebagai daerah baru, melainkan telah menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tema HUT tahun ini yang mengusung semangat gotong royong. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kemajuan daerah lahir dari kebersamaan. Ketika pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bergerak bersama, pembangunan akan berjalan lebih cepat dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” katanya.
Mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Krisantus memberikan apresiasi kepada Bupati Kubu Raya Sujiwo, Wakil Bupati Sukiryanto, beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas berbagai capaian pembangunan yang berhasil diwujudkan.
Ia menilai sejumlah indikator makro menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan ekonomi Kubu Raya terus berada di atas lima persen dan melampaui rata-rata provinsi. Di sisi lain, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 3,99 persen, menjadi yang terendah di Kalimantan Barat.
Berbagai pembangunan infrastruktur juga mendapat perhatian, mulai dari penataan kawasan pedestrian dan ruang olahraga di kawasan Putaran Gaia Mall hingga pembangunan Monumen Gaforaya yang menjadi salah satu ikon baru daerah.
Tak hanya itu, Krisantus juga mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional yang diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap air bersih.
“Program ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Ketersediaan air bersih merupakan layanan penting yang harus terus diperluas,” ungkapnya.
Usai pelaksanaan upacara, Krisantus kembali menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Ia berharap daerah tersebut terus melahirkan inovasi serta mampu bersaing dengan kabupaten lain yang telah lebih dahulu berkembang.
“Selamat Hari Jadi ke-19 Kabupaten Kubu Raya. Teruslah berinovasi, tingkatkan kreativitas, dan perkuat semangat kebersamaan. Kemajuan Kubu Raya akan menjadi bagian penting dari kemajuan Kalimantan Barat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa provinsi ini merupakan miniatur Indonesia yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya sehingga nilai toleransi harus terus dipelihara.
“Keberagaman adalah kekuatan kita. Jangan pernah memberi ruang bagi konflik yang dapat memecah persatuan. Saya ingin Kalimantan Barat menjadi daerah yang harmonis, menjunjung tinggi gotong royong, dan menjadi contoh toleransi bagi Indonesia,” tegasnya.
Semangat kebersamaan yang mewarnai peringatan HUT ke-19 Kabupaten Kubu Raya diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun daerah yang semakin maju, inklusif, dan sejahtera.














Discussion about this post