SAMBAS – Seorang anak perempuan berinisial B (7), warga Dusun Matang Putus, Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, meninggal dunia setelah diduga tenggelam di sebuah kolam renang wisata Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kasi Humas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi kejadian secara lengkap.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban awalnya bermain di area kolam renang anak bersama keluarga. Setelah menggunakan wahana seluncuran, korban diduga berpindah ke kolam renang dewasa tanpa sepengetahuan ibu maupun anggota keluarganya yang berada di lokasi wisata.
“Korban ditemukan dalam keadaan tidak bergerak dengan posisi terlungkup di dasar kolam renang dewasa yang memiliki kedalaman sekitar 105 hingga 175 sentimeter,” ujar AKP Sadoko.
Mengetahui kejadian tersebut, pihak pengelola bersama keluarga segera mengevakuasi korban dan membawanya ke Rumah Sakit Santa Elisabeth Sambas untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih memerlukan pemeriksaan lanjutan melalui autopsi.
Berdasarkan diagnosis awal, korban diduga meninggal akibat tenggelam di kolam renang. Sementara itu, petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengumpulkan berbagai informasi terkait insiden tersebut.
“Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga tidak dapat berenang dan tenggelam saat berada di kolam dewasa dengan kedalaman air yang melebihi tinggi badan korban,” jelasnya.
Polisi masih terus mendalami seluruh fakta terkait peristiwa tersebut guna memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh.
AKP Sadoko juga mengimbau para orang tua agar selalu mengawasi anak-anak saat berada di kawasan wisata air. Pengelola tempat wisata pun diharapkan meningkatkan sistem pengawasan dan keamanan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di area kolam renang maupun lokasi wisata air lainnya guna menghindari risiko kecelakaan yang tidak diinginkan.
















Discussion about this post