PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. menegaskan bahwa kepala desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah sekaligus garda terdepan dalam menjalankan berbagai program strategis pemerintah.
Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPD PKDI) Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (9/7/2026).
Di hadapan ratusan kepala desa dan pengurus PKDI, Ria Norsan menekankan bahwa kemajuan Kalimantan Barat tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan pembangunan di tingkat desa. Karena itu, ia meminta para kepala desa yang tergabung dalam PKDI terus memperkuat kapasitas, menjaga integritas, serta menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah masing-masing.
“Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Jadikan PKDI sebagai wadah untuk memajukan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.
Menurut Norsan, desa kini menjadi fokus utama pembangunan nasional. Dengan jumlah sekitar 2.046 desa di Kalimantan Barat, peran kepala desa semakin strategis dalam memastikan berbagai program pemerintah berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Banyak program pemerintah yang bermuara di desa, sehingga kepala desa harus siap menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan masyarakat sekaligus mengawal pelaksanaannya,” katanya.
Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah Koperasi Merah Putih, yang akan dibentuk di setiap desa. Norsan menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kepemimpinan kepala desa.
“Program Koperasi Merah Putih akan dikomandoi oleh kepala desa. Saya berharap seluruh kepala desa menjadi motor penggerak agar program ini benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, Ria Norsan menegaskan bahwa kepala desa bukan sekadar menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi pemimpin yang menentukan arah pembangunan di wilayahnya.
“Kepala desa adalah komandan pembangunan di desa masing-masing. Maju atau tidaknya sebuah desa sangat bergantung pada kualitas kepemimpinannya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memaparkan capaian pembangunan desa di Kalimantan Barat yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data tahun 2025, sebanyak 1.045 desa telah berstatus mandiri, 529 desa berstatus maju, dan 472 desa berstatus berkembang.
“Alhamdulillah, desa tertinggal sudah tidak ada lagi di Kalimantan Barat. Ini menjadi pencapaian yang patut disyukuri, tetapi kita tidak boleh berhenti. Target kita adalah seluruh desa semakin maju, mandiri, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tuturnya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Ria Norsan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus membuka ruang komunikasi dengan seluruh kepala desa untuk mendukung pembangunan sesuai kewenangan yang dimiliki.
Ia juga memperkenalkan Program Gema Membangun Desa, sebuah program unggulan yang menekankan kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat.
“Melalui Gema Membangun Desa, kami tidak hanya bekerja dari balik meja. Kami turun langsung ke desa, mendengar persoalan masyarakat, lalu mencari solusi bersama. Pemerintah harus benar-benar hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.
Salah satu contoh implementasi program tersebut adalah pengembangan Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, yang diproyeksikan menjadi kawasan wisata unggulan sekaligus kawasan strategis di perbatasan Indonesia–Malaysia.
“Temajuk memiliki potensi wisata yang luar biasa. Kami juga meninjau kawasan perbatasan dengan Melano. Insyaallah Agustus nanti sejumlah fasilitas mulai beroperasi dan pembangunan gerbang perbatasan dimulai. Harapannya, Temajuk menjadi destinasi unggulan sekaligus kebanggaan Kalimantan Barat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PKDI Sujiono, S.E. menyampaikan bahwa pengurus yang dikukuhkan merupakan kepala desa terbaik yang diharapkan mampu menjadikan PKDI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan desa.
“Yang dikukuhkan hari ini adalah kepala desa terbaik di Kalimantan Barat. Saya berharap PKDI menjadi organisasi yang benar-benar memberi manfaat, memperkuat kapasitas kepala desa, dan mendukung percepatan pembangunan desa,” ujarnya.
Menurut Sujiono, PKDI tidak hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga wadah memperkuat solidaritas, berbagi pengalaman, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi desa.
Ia juga mengajak seluruh kepala desa untuk terus mengawal program pembangunan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Kita adalah pelaksana terdepan pemerintahan di desa. Mari bersama-sama menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto dan mendukung program pembangunan Gubernur Kalimantan Barat. Jika desa maju, maka daerah akan maju, dan Indonesia akan semakin kuat,” pungkasnya.
















Discussion about this post