PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menantang kepengurusan baru Partai Amanat Nasional (PAN) di Kalimantan Barat untuk segera menunjukkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah usai resmi dilantik.
Pesan tersebut disampaikan Norsan saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kalbar dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Kalimantan Barat di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, Jumat (5/6/2026).
Menurut Norsan, partai politik memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan karena menjadi jembatan aspirasi masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
“Dengan dilantiknya pengurus PAN hari ini, saya berharap mulai besok sudah dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kalimantan Barat yang kita cintai,” kata Norsan.
Ia menegaskan, tantangan pembangunan Kalbar ke depan tidak ringan. Meski memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, industri pengolahan hingga pariwisata, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur dasar hingga pemerataan ekonomi.
Karena itu, Norsan menilai sinergi antara pemerintah dan partai politik menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Ia berharap PAN mampu menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif sekaligus mengawal berbagai program pembangunan agar tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Norsan juga mengapresiasi Ketua DPW PAN Kalbar Boyman Harun yang dinilai telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui berbagai program bantuan dan pembangunan tanpa membedakan latar belakang politik masyarakat penerima manfaat.
“Yang dilihat adalah kebutuhan masyarakat, bukan basis politiknya. Ini menjadi contoh yang baik dalam membangun daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PAN sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengajak seluruh kader menjadikan politik sebagai sarana pengabdian kepada rakyat. Ia mengibaratkan politik seperti matahari yang menyinari semua orang tanpa membedakan golongan.
Dari Kota Pontianak yang dikenal sebagai Kota Khatulistiwa, Zulhas menegaskan bahwa politik seharusnya menjadi alat pemersatu yang membawa manfaat, bukan menghadirkan permusuhan di tengah masyarakat.
“Politik harus seperti matahari, menerangi, menghangatkan, dan memberi manfaat bagi seluruh rakyat,” tegasnya.
Pelantikan pengurus PAN se-Kalimantan Barat tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah, anggota legislatif, tokoh masyarakat, serta ribuan kader PAN dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
















Discussion about this post