PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa PAUD/TK, SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan mulai Senin (24/8/2026). Kebijakan ini diambil karena kualitas udara memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kita sudah mulai meliburkan kembali anak sekolah dari TK sampai SMP. Kalau SMA dan SMK menjadi kewenangan provinsi,” kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Minggu (23/8/2026).
Ketentuan tersebut tercantum dalam surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Nomor B/400.7.15/1028/DISDIKBUD/2026 tertanggal 21 Agustus 2026. Kebijakan berlaku bagi sekolah negeri dan swasta.
Pembelajaran jarak jauh diberlakukan ketika indeks kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat atau berbahaya. Kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan apabila kualitas udara membaik dan berada pada kategori sedang.
Sekolah diminta memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung sesuai jadwal melalui metode sinkronus maupun asinkronus. Satuan pendidikan juga harus memperhatikan siswa yang memiliki keterbatasan perangkat atau akses internet.
Khusus siswa PAUD/TK, kegiatan belajar dilakukan dari rumah dengan pendampingan orang tua atau wali.
Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 684/BPBD/TAHUN 2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kabut Asap akibat karhutla di Kalimantan Barat.
Selain mengalihkan pembelajaran, Pemkot Pontianak menunda sejumlah kegiatan luar ruangan. Orang tua juga diimbau membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara masih buruk. Anak yang harus beraktivitas di luar disarankan menggunakan masker.
Pemkot menyiapkan layanan kesehatan melalui Posko Segar, termasuk pemeriksaan kesehatan dan oksigen gratis. Puskesmas dan rumah sakit juga disiagakan untuk menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan.
“Kalau ada warga atau keluarga yang sesak, ayo datang ke Posko Segar. Termasuk di puskesmas dan rumah sakit juga sudah siaga bagi warga yang sensitif terhadap ISPA,” ujar Edi.
Pemerintah Kota Pontianak turut menyiapkan fasilitas dan anggaran untuk mengantisipasi kabut asap yang berlanjut. Edi berharap hujan segera turun agar kualitas udara membaik dan penanganan karhutla dapat dilakukan lebih efektif.
















Discussion about this post