PONTIANAK – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Kota Pontianak, Wali Kota Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat memperkuat kebersamaan dan memanjatkan doa untuk keselamatan serta keberkahan kota.
Ajakan itu disampaikan Edi saat menghadiri Maulid Akbar sekaligus milad ke-9 Majelis Ansharul Mustafa di kawasan depan Alun-alun Kapuas, Jumat (16/10/2026) malam.
Acara yang bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak itu diisi dengan tausiyah Ustaz Das’ad Latif, selawat bersama Haddad Alwi, serta penampilan band Ungu.
Edi mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan juga kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan menyatukan harapan bagi masa depan Pontianak.
“Malam ini menjadi momentum yang sangat istimewa. Tidak hanya memperingati maulid dan milad majelis, tetapi juga menyatukan niat dan doa bersama untuk Kota Pontianak,” ujar Edi.
Ia menuturkan, keberagaman merupakan bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Pontianak. Karena itu, nilai religius, toleransi, dan kebersamaan perlu terus dijaga agar kehidupan masyarakat tetap harmonis.
“Kota ini dibangun berlandaskan nilai religius, kebersamaan, toleransi dan nilai-nilai kebaikan. Itu yang harus terus kita rawat,” katanya.
Doakan Pontianak Terbebas dari Bencana
Dalam sambutannya, Edi turut menyinggung sejumlah persoalan yang belakangan dihadapi Pontianak, mulai dari kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan hingga kabut asap serta intrusi air laut yang memengaruhi kualitas air baku Sungai Kapuas.
Persoalan tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, terutama dalam menjaga kualitas lingkungan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Edi menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam penyediaan air bersih bagi warga.
“Pemerintah Kota Pontianak akan terus berusaha memberikan yang terbaik, terutama untuk kebutuhan air bersih dan pelayanan dasar masyarakat,” ujarnya.
Di hadapan para jamaah, Edi kemudian mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Akbar sebagai ruang untuk memohon perlindungan Allah SWT bagi Pontianak.
“Melalui kemuliaan Maulid Akbar ini, mari kita panjatkan doa terbaik untuk Kota Pontianak. Semoga kota kita selalu dilindungi Allah SWT dari segala bencana, marabahaya dan perpecahan,” katanya.
Edi juga menyampaikan apresiasi kepada Majelis Ansharul Mustafa yang telah sembilan tahun berkontribusi dalam kegiatan keagamaan dan membangun silaturahmi di tengah masyarakat.
Ia berharap majelis taklim dan kegiatan keagamaan terus tumbuh, tidak hanya memperkuat kehidupan spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan kedamaian di Kota Pontianak.
“Semoga majelis ini terus tumbuh, memberikan kebaikan, mempererat ukhuwah Islamiah dan ikut menjaga Pontianak tetap aman, damai dan harmonis,” pungkasnya.













Discussion about this post