pontianakpop.com
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
pontianakpop.com
No Result
View All Result
  • News
  • POP CULTURE
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • URBAN KOTA
  • OPINI
  • MULTIMEDIA
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
Home Kalbar

Rakorwasda 2026, Krisantus: Jangan Tunggu Ada Masalah Baru Mengawasi

Krisantus sebut keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada selesainya sebuah program

29 September 2026
in Kalbar, Kebijakan, Kota Pontianak, National, News, PEMPROV KALBAR, RADAR KOTA
Rakorwasda 2026, Krisantus: Jangan Tunggu Ada Masalah Baru Mengawasi
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PONTIANAK – Pengawasan pemerintahan tidak semestinya baru bergerak ketika persoalan sudah terjadi. Justru, fungsi pengawasan harus bekerja lebih awal untuk membaca risiko, mencegah penyimpangan, dan memastikan setiap program pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) Tahun 2026 di Hotel Aston Pontianak, Selasa (29/9/2026).

Rakorwasda yang digelar Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat itu dihadiri Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat Rudy M. Harahap, para kepala perangkat daerah Pemprov Kalbar, serta para inspektur kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Di hadapan jajaran pengawasan pemerintah daerah, Krisantus menekankan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada selesainya sebuah program atau tingginya realisasi anggaran.

Yang jauh lebih penting, kata dia, adalah manfaat yang benar-benar diterima masyarakat.

“Pembangunan daerah hakikatnya bukan sekadar merealisasikan program atau menghabiskan anggaran. Keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Karena itu, setiap program pemerintah harus berjalan tepat sasaran, efektif, efisien, serta sesuai dengan aturan yang berlaku. Di titik inilah pengawasan memiliki peran penting untuk memastikan proses pembangunan tidak keluar dari tujuan yang telah ditetapkan.

“Apakah pembangunan itu tepat sasaran, efektif dan efisien? Kemudian apakah sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Di sinilah pengawasan memegang peran yang sangat strategis,” ujarnya.

Bukan Sekadar Mencari Kesalahan

Krisantus mengingatkan agar pengawasan tidak dibangun dengan pendekatan yang hanya menunggu kesalahan untuk kemudian menemukan siapa yang harus disalahkan.

Menurutnya, APIP justru harus hadir sejak tahap awal sebagai mitra pemerintah daerah dalam membaca potensi persoalan.

“Pengawasan tidak boleh dipandang semata-mata sebagai mencari kesalahan. Pengawasan harus hadir sejak awal sebagai upaya preventif, sebagai peringatan dini atau early warning system, sekaligus memberikan solusi,” tegasnya.

Pendekatan tersebut dinilai semakin penting bagi Kalimantan Barat yang memiliki wilayah geografis luas serta kawasan perbatasan antarnegara dengan sejumlah pintu masuk.

Karakteristik wilayah itu, menurut Krisantus, menuntut sistem pengawasan yang mampu mengenali potensi risiko secara lebih dini dan tepat.

Karena itu, ia mendorong agar pengawasan di Kalbar tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan administratif, tetapi semakin diarahkan pada pengawasan berbasis risiko dan kinerja.

“Saya berharap pengawasan di Kalbar diarahkan kepada pendekatan yang berbasis risiko dan kinerja. Karena itu, APIP di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota harus terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah,” jelasnya.

Banyak Temuan Bukan Ukuran Utama

Krisantus juga memberikan penekanan lain yang tak kalah penting. Menurutnya, banyaknya temuan dalam pemeriksaan tidak otomatis menunjukkan bahwa pengawasan telah berhasil.

Justru, keberhasilan pengawasan harus dilihat dari seberapa banyak potensi masalah yang dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan.

“Ukuran keberhasilan pengawasan bukan banyaknya temuan. Yang lebih penting adalah berapa banyak risiko yang bisa dicegah dan berapa banyak keuangan daerah yang bisa kita selamatkan dari belanja yang tidak efisien dan tidak efektif,” ungkapnya.

Untuk menjelaskan pentingnya kesiapan menghadapi risiko, Krisantus menggunakan analogi olahraga balap motor.

Menurutnya, seorang pembalap bukan hanya dituntut mampu mengendarai motor dengan baik. Ia juga harus memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi risiko atau kecelakaan.

“Kalau kita balap motor, semua berani. Tetapi tidak semua ahli dalam menghadapi risiko ketika jatuh. Bukan hanya keterampilan mengendarai motor yang harus dipelajari, tetapi bagaimana menghadapi risiko ketika terjadi sesuatu,” tuturnya.

Analogi tersebut, lanjutnya, menggambarkan bagaimana pengawasan seharusnya bekerja. Risiko harus dikenali sejak awal sehingga langkah antisipasi dapat disiapkan sebelum persoalan menjadi lebih besar.

“Kalau kita sudah menguasai bagaimana menghadapi risiko, kita akan menjadi lebih berani karena kita sudah tahu cara mengantisipasinya. Begitu juga dengan pengawasan. Kita harus tahu risikonya sejak awal dan bagaimana mencegahnya,” terangnya.

Temuan Harus Jadi Bahan Berbenah

Krisantus selanjutnya meminta seluruh kepala perangkat daerah tidak menjadikan hasil pengawasan sebagai sesuatu yang harus ditakuti.

Sebaliknya, setiap temuan dan rekomendasi harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

“Hasil pengawasan harus dijadikan cermin untuk berbenah, bukan sesuatu yang ditakuti. Setiap temuan dan rekomendasi segera ditindaklanjuti agar permasalahan yang sama tidak terulang kembali,” pintanya.

Ia menilai kesalahan administratif maupun kelemahan dalam pelaksanaan program semestinya menjadi pembelajaran agar kualitas penyelenggaraan pemerintahan terus meningkat.

“Kalau kita sudah mengetahui apa yang menjadi temuan atau kesalahan administratif, itu justru harus menjadi ilmu bagi kita untuk ke depan menyempurnakan pelaksanaan pemerintahan,” tambahnya.

Untuk memperkuat fungsi tersebut, Krisantus mendorong sinergi antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, APIP, BPKP, BPK, hingga aparat penegak hukum.

Sinergi diperlukan agar pengawasan dapat berjalan terintegrasi, tidak saling tumpang tindih, dan memiliki arah yang sama: mencegah kesalahan, mengurangi risiko, serta memperbaiki tata kelola pemerintahan.

“Saya berharap pengawasan bisa berjalan secara terintegrasi dan tidak tumpang tindih. Kita harus memiliki semangat yang sama, yaitu mencegah terjadinya kesalahan dan memperbaiki tata kelola pemerintahan,” tutupnya.

Tags: DaerahpembangunanPembangunan daerahPemprov KalbarpengawasanRakorWagub Kalbar
Admin

Admin

Related Posts

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar
PEMPROV KALBAR

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal
Kebijakan

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah
Kota Pontianak

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Next Post
Usai MTQ Nasional 2026, Gubernur Norsan Minta Pembinaan Kafilah Kalbar Tak Putus di Tengah Jalan

Usai MTQ Nasional 2026, Gubernur Norsan Minta Pembinaan Kafilah Kalbar Tak Putus di Tengah Jalan

Wagub Kalbar: Administrasi Kependudukan Bukan Sekadar Dokumen, tapi Pelindung Hak Perempuan dan Anak

Wagub Kalbar: Administrasi Kependudukan Bukan Sekadar Dokumen, tapi Pelindung Hak Perempuan dan Anak

Menhan Sjafrie Kunjungi Kalbar, Bahas Pertahanan hingga Penanganan Karhutla

Menhan Sjafrie Kunjungi Kalbar, Bahas Pertahanan hingga Penanganan Karhutla

Discussion about this post

Recommended

Bukan Sekadar Padamkan Api, Norsan Dorong Alat Berat untuk Buka Lahan Tanpa Bakar

Bukan Sekadar Padamkan Api, Norsan Dorong Alat Berat untuk Buka Lahan Tanpa Bakar

Pemprov Kalbar dan BI Perkuat Ekonomi Syariah, Bidik Adinata Syariah Award 2026

Pemprov Kalbar dan BI Perkuat Ekonomi Syariah, Bidik Adinata Syariah Award 2026

Karhutla Belum Usai, Forkopimda Kalbar Kompak Kejar Titik Api

Karhutla Belum Usai, Forkopimda Kalbar Kompak Kejar Titik Api

Ria Norsan Minta PAN Jadi Mitra Strategis Pembangunan Kalbar

Ria Norsan Minta PAN Jadi Mitra Strategis Pembangunan Kalbar

Categories

  • BBM & Ekonomi
  • Culture
  • Entertainment
  • EVENT & HIBURAN
  • Event Lokal
  • Fashion
  • Festival
  • Finance
  • HUKUM & KRIMINAL
  • image
  • Kalbar
  • Kasus Viral
  • Kebijakan
  • Komunitas
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • Kota Pontianak
  • Kreator
  • Kriminalitas
  • Kubu Raya
  • KULINER
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • National
  • News
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • Nongkrong
  • Opinion
  • PEMPROV KALBAR
  • Penegakan Hukum
  • PERISTIWA
  • Perspektif
  • Politics
  • PONTIPOP
  • POP CULTURE
  • RADAR KOTA
  • Rekomendasi
  • Review
  • Sports
  • Tokoh Lokal
  • Top News
  • Transportasi
  • Travel
  • Tren
  • UMKM
  • URBAN / KOTA

Topics

2018 FIFA World Cup 2018 League Asian Games 2018 Balinese Culture Bali United BBM Budaya Budget Travel Chopper Bike Dayak Edi Kamtono Ekspedisi Merah Putih gubernur kalbar Harisson Istana Negara Kabut Asap Kalbar Kalimantan barat karang taruna karhutla Kayong Utara Kebakaran hutan dan lahan kemarau Ketapang Krisantus Kurniawan Kubu Raya Landak Malaysia Market Stories National Exam Pekan gawai dayak Pemprov Kalbar perbatasan PLN Pontianak Ria Norsan Sambas Sanggau Sekda Kalbar singkawang Sintang Temajuk Visit Bali Wagub Kalbar WHW

Highlights

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Daud Yordan Bidik Kemenangan KO atas Adore Torres di Pontianak

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Asap Karhutla, Sekolah di Kalbar Wajib Pantau Udara Sebelum Tatap Muka

Trending

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar
PEMPROV KALBAR

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

by Admin
0

JAKARTA – Relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat berpeluang mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan....

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

pontianakpop.com

© 2026 www.pontianakpop.com

Navigate Site

  • Advertise
  • Tentang Kami

Follow Us

  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result

© 2026 www.pontianakpop.com