pontianakpop.com
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
pontianakpop.com
No Result
View All Result
  • News
  • POP CULTURE
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • URBAN KOTA
  • OPINI
  • MULTIMEDIA
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
Home Culture

Wagub Kalbar: Administrasi Kependudukan Bukan Sekadar Dokumen, tapi Pelindung Hak Perempuan dan Anak

Pemprov dorong nilai-nilai adat tetap terjaga

30 September 2026
in Culture, Kalbar, Kebijakan, KOMUNITAS DAN FIGUR, Kota Pontianak, Kubu Raya, News, PEMPROV KALBAR, Tokoh Lokal
Wagub Kalbar: Administrasi Kependudukan Bukan Sekadar Dokumen, tapi Pelindung Hak Perempuan dan Anak
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PONTIANAK — Kepastian identitas dan status hukum menjadi bagian penting dalam melindungi hak perempuan dan anak, termasuk mereka yang berada dalam komunitas masyarakat adat Dayak.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pun mendorong agar nilai-nilai adat tetap terjaga tanpa mengabaikan kepastian administrasi kependudukan.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Focus Group Discussion (FGD) Inovasi Sistem Perlindungan Hak Keperdataan Wanita dan Anak Dayak (Sikawan Dayak) di Aula Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026).

Menurut Krisantus, pencatatan perkawinan dan administrasi kependudukan tidak semata-mata berkaitan dengan kelengkapan dokumen. Di balik dokumen tersebut terdapat hak warga negara yang harus diakui dan dilindungi.

“Temanya sangat penting karena berkaitan dengan penghormatan terhadap adat dan budaya, perlindungan hak perempuan dan anak, serta kepastian identitas dan status hukum warga negara,” ujar Krisantus.

Adat Tetap Dijaga, Hak Warga Harus Pasti

Krisantus mengatakan perkawinan dalam masyarakat Dayak memiliki dimensi yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Perkawinan adat berkaitan erat dengan hubungan kekerabatan, kehormatan keluarga, tata kehidupan masyarakat, serta keberlanjutan nilai budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Namun, di sisi lain, negara juga memiliki kewajiban memastikan setiap warga memiliki identitas dan status hukum yang jelas.

“Perempuan Dayak memiliki kedudukan penting dalam keluarga dan masyarakat. Kita harus memastikan mereka memperoleh kepastian identitas dan status keluarga. Begitu juga anak-anak, harus mendapatkan hak administrasi dan kependudukan secara jelas,” tegasnya.

Ia menilai dokumen kependudukan memiliki fungsi yang lebih besar daripada sekadar persyaratan administratif. Identitas yang jelas menjadi pintu bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai pelayanan dan memastikan hak-haknya dapat terlindungi.

“Administrasi kependudukan bukan sekadar dokumen, melainkan instrumen negara untuk memberikan perlindungan dan pengakuan atas status pribadi serta status hukum setiap penduduk,” katanya.

Cari Titik Temu antara Adat dan Hukum

Menurut Krisantus, tantangan yang perlu dibangun bersama adalah bagaimana nilai dan praktik adat dapat berjalan selaras dengan sistem hukum serta administrasi negara.

Ia menegaskan, penghormatan terhadap adat merupakan bagian dari menjaga kekayaan budaya Kalimantan Barat. Pada saat yang sama, kepastian administrasi diperlukan agar masyarakat tidak kehilangan akses terhadap hak-hak sebagai warga negara.

“Adat harus kita hormati sebagai kekayaan budaya, sementara administrasi kependudukan menjadi instrumen negara untuk memberikan kepastian identitas dan status hukum bagi setiap warga negara,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap FGD Sikawan Dayak tidak berhenti sebagai forum bertukar pandangan, tetapi menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan di lapangan.

Krisantus mendorong agar pembahasan tersebut menghasilkan rekomendasi mengenai kedudukan perkawinan adat Dayak dalam administrasi kependudukan, perlindungan hak perempuan dan anak, serta penguatan peran lembaga adat.

Pelayanan Harus Hadirkan Solusi

Penguatan koordinasi antarlembaga juga dinilai penting. Krisantus mendorong Kejaksaan Tinggi Kalbar, pemerintah daerah, lembaga adat, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membangun kerja sama yang lebih kuat.

Tujuannya agar masyarakat adat, khususnya perempuan dan anak, tidak menghadapi kesulitan ketika membutuhkan kepastian administrasi maupun perlindungan hukum.

“Sinergi ini penting agar masyarakat adat, khususnya perempuan dan anak, tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh kepastian administrasi dan perlindungan hukum. Kita harus hadir memberikan solusi,” tuturnya.

FGD tersebut dibuka Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr. Emilwan Ridwan dan dihadiri Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, para narasumber, serta peserta FGD.

Bagi Pemprov Kalbar, penguatan administrasi kependudukan di tengah masyarakat adat bukan berarti mengesampingkan tradisi.

Sebaliknya, langkah tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara penghormatan terhadap budaya dan pemenuhan hak warga negara.

“Pemprov Kalbar berkomitmen mendukung upaya perlindungan masyarakat yang membutuhkan perlindungan sekaligus menjaga keberadaan dan nilai-nilai budaya Dayak,” pungkas Krisantus.

Tags: Administrasi kependudukanBudayaDayakKalimantan baratnilai-nilaiPemprov Kalbarperempuan dan anak
Admin

Admin

Related Posts

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar
PEMPROV KALBAR

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal
Kebijakan

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah
Kota Pontianak

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Next Post
Menhan Sjafrie Kunjungi Kalbar, Bahas Pertahanan hingga Penanganan Karhutla

Menhan Sjafrie Kunjungi Kalbar, Bahas Pertahanan hingga Penanganan Karhutla

PGRI Kalbar Matangkan Porsenijar 2026, Pemprov Siapkan Dukungan

PGRI Kalbar Matangkan Porsenijar 2026, Pemprov Siapkan Dukungan

Dari Kebiasaan Kecil, Windy Prihastari Ajak Perempuan Lebih Peduli Kesehatan

Dari Kebiasaan Kecil, Windy Prihastari Ajak Perempuan Lebih Peduli Kesehatan

Discussion about this post

Recommended

40 Kasus Diare Anak Tercatat dalam Dua Pekan, Orang Tua Diminta Waspadai Dehidrasi

40 Kasus Diare Anak Tercatat dalam Dua Pekan, Orang Tua Diminta Waspadai Dehidrasi

Lion Group Klarifikasi Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Pontianak, Puluhan Jadwal Tertunda dan Batal

Lion Group Klarifikasi Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Pontianak, Puluhan Jadwal Tertunda dan Batal

Sopir Truk Tangki Tabrak Pemotor hingga Tewas di Kubu Raya Kabur, Polisi Lakukan Perburuan

Sopir Truk Tangki Tabrak Pemotor hingga Tewas di Kubu Raya Kabur, Polisi Lakukan Perburuan

Malam Ta’aruf MTQ ke-34 Kalbar, Ria Norsan Ajak Kafilah Perkuat Persaudaraan

Malam Ta’aruf MTQ ke-34 Kalbar, Ria Norsan Ajak Kafilah Perkuat Persaudaraan

Categories

  • BBM & Ekonomi
  • Culture
  • Entertainment
  • EVENT & HIBURAN
  • Event Lokal
  • Fashion
  • Festival
  • Finance
  • HUKUM & KRIMINAL
  • image
  • Kalbar
  • Kasus Viral
  • Kebijakan
  • Komunitas
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • Kota Pontianak
  • Kreator
  • Kriminalitas
  • Kubu Raya
  • KULINER
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • National
  • News
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • Nongkrong
  • Opinion
  • PEMPROV KALBAR
  • Penegakan Hukum
  • PERISTIWA
  • Perspektif
  • Politics
  • PONTIPOP
  • POP CULTURE
  • RADAR KOTA
  • Rekomendasi
  • Review
  • Sports
  • Tokoh Lokal
  • Top News
  • Transportasi
  • Travel
  • Tren
  • UMKM
  • URBAN / KOTA

Topics

2018 FIFA World Cup 2018 League Asian Games 2018 Balinese Culture Bali United BBM Budaya Budget Travel Chopper Bike Dayak Edi Kamtono Ekspedisi Merah Putih gubernur kalbar Harisson Istana Negara Kabut Asap Kalbar Kalimantan barat karang taruna karhutla Kayong Utara Kebakaran hutan dan lahan kemarau Ketapang Krisantus Kurniawan Kubu Raya Landak Malaysia Market Stories National Exam Pekan gawai dayak Pemprov Kalbar perbatasan PLN Pontianak Ria Norsan Sambas Sanggau Sekda Kalbar singkawang Sintang Temajuk Visit Bali Wagub Kalbar WHW

Highlights

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Daud Yordan Bidik Kemenangan KO atas Adore Torres di Pontianak

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Asap Karhutla, Sekolah di Kalbar Wajib Pantau Udara Sebelum Tatap Muka

Trending

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar
PEMPROV KALBAR

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

by Admin
0

JAKARTA – Relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat berpeluang mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan....

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

pontianakpop.com

© 2026 www.pontianakpop.com

Navigate Site

  • Advertise
  • Tentang Kami

Follow Us

  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result

© 2026 www.pontianakpop.com