PONTIANAK – Dukungan terhadap Muhammad Farizi untuk memimpin Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat terus menguat menjelang pelaksanaan Temu Karya Karang Taruna Kalbar. Sebanyak 12 pengurus Karang Taruna kabupaten/kota secara terbuka menyatakan komitmen mendukung Farizi sebagai calon Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat periode mendatang.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan dalam forum yang berlangsung di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (11/7/2026). Ketua Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya, Juliansyah, mewakili 12 ketua Karang Taruna kabupaten/kota yang telah ditetapkan melalui Temu Karya di tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Juliansyah mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian Temu Karya sekaligus menegaskan kesiapan daerah mengantarkan Muhammad Farizi sebagai calon Ketua Karang Taruna Kalbar.
“Kami mewakili 12 kabupaten tidak lupa mengucapkan terima kasih. Insya Allah besok 12 kabupaten/kota menghantar Bang Izi untuk menjadi calon tunggal dalam Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Juliansyah.
Dukungan dari mayoritas pengurus daerah tersebut menjadi sinyal kuat tingginya kepercayaan terhadap Muhammad Farizi untuk memimpin organisasi kepemudaan itu.
Para pengurus berharap kepemimpinan baru mampu membawa Karang Taruna Kalbar menjadi organisasi yang lebih solid, progresif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Sebelumnya, Muhammad Farizi resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu (11/7/2026).
Dalam pencalonannya, ia mengusung visi menjadikan Karang Taruna sebagai aktor pemberdayaan sosial yang terdidik, terlatih, berpengetahuan, serta mampu menghadirkan karya nyata bagi masyarakat dalam mendukung kemajuan Kalimantan Barat.
Menurut Farizi, Karang Taruna harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya aktif menjalankan kegiatan sosial, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan melalui program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Karang Taruna harus menjadi aktor pemberdayaan sosial yang terdidik, terlatih, berpengetahuan, dan memiliki karya nyata bagi masyarakat untuk mendukung kemajuan Kalimantan Barat,” katanya.
Ia menilai potensi besar generasi muda Kalimantan Barat harus diarahkan melalui program-program yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Karena itu, Karang Taruna perlu menjadi wadah pengembangan kapasitas pemuda sekaligus ruang lahirnya solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Farizi menegaskan ruang pengabdian Karang Taruna sangat luas, mulai dari bidang sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan masyarakat di desa dan kelurahan.
“Karang Taruna harus siap berkontribusi langsung secara nyata di lapangan. Bukan hanya menjadi tempat berhimpun, tetapi juga menjadi wadah yang melahirkan solusi dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, mewakili pengurus daerah, Juliansyah berharap kepemimpinan baru nantinya mampu memperkuat komunikasi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota, sekaligus memberikan perhatian yang merata terhadap seluruh daerah di Kalimantan Barat.
“Kami juga tentunya setelah nanti menghantar Bang Izi, tolong diperhatikan kabupaten kami,” ucapnya.
Harapan tersebut mencerminkan keinginan pengurus daerah agar Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat semakin solid serta mampu menghadirkan pembinaan organisasi dan program pemberdayaan yang manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Karang Taruna, Baktiar Sebawang, menekankan pentingnya penguatan peran organisasi dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda. Menurutnya, Karang Taruna tidak cukup hanya bergerak di bidang sosial, tetapi juga harus menjadi inkubator lahirnya para wirausahawan muda.
“Karang Taruna harus mampu menjadi tempat lahirnya pengusaha-pengusaha muda. Kita bisa membangun pusat inkubasi bisnis dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah, kementerian hingga pihak swasta,” ujar Baktiar.
Ia menambahkan, sinergi antara Karang Taruna, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas pemuda menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompetitif.
Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi sekaligus merumuskan program kerja masa bakti mendatang.
Dukungan dari 12 kabupaten/kota kepada Muhammad Farizi menjadi salah satu dinamika utama dalam forum tersebut, sekaligus memperlihatkan besarnya harapan agar Karang Taruna Kalbar semakin kuat sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan pemuda dan pembangunan masyarakat.
















Discussion about this post