PONTIANAK – Yamaha NMAX Club Indonesia (YNCI) Regional Kalimantan Barat bersiap membawa misi promosi wisata dan persahabatan lintas negara melalui kegiatan Touring Borneo 3 Countries pada 16–24 Mei 2026.
Perjalanan sejauh 3.400 kilometer ini tidak hanya menjadi agenda touring, tetapi juga upaya memperkenalkan potensi alam dan budaya Pulau Borneo yang membentang di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Ketua YNCI Regional Kalbar, Reno Trinaldo, mengatakan touring ini dirancang bukan sekadar perjalanan komunitas, melainkan juga sebagai sarana memperkuat konektivitas dan persahabatan antarnegara di kawasan Borneo.
“Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas otomotif juga bisa berperan dalam mempromosikan pariwisata sekaligus mempererat hubungan antarwilayah, bahkan antarnegara,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Rombongan yang terdiri dari 17 rider dan enam peserta boncenger akan melintasi sejumlah kota dan destinasi strategis, mulai dari Pontianak menuju Sri Aman, Miri, Brunei Darussalam, Kota Kinabalu, hingga Kundasang, sebelum kembali melalui Sibu, Kuching, Singkawang, dan finis di Pontianak.
Selain menjelajahi rute tersebut, peserta juga akan menghadiri Borneo International Big Bike Festival (BIBBF) pada 24 Mei 2026 di Kuching, yang menjadi ajang berkumpulnya komunitas motor dari berbagai negara.
Menurut Reno, perjalanan lintas negara ini diharapkan mampu memperlihatkan bahwa Pulau Borneo memiliki daya tarik wisata yang kuat, mulai dari bentang alam, jalur darat yang menantang, hingga keberagaman budaya masyarakatnya.
“Borneo punya potensi besar. Lewat perjalanan ini, kami ingin ikut mengenalkan keindahan dan keramahan kawasan ini kepada komunitas otomotif yang lebih luas,” katanya.
Ia menambahkan, selain membawa misi promosi wisata, kegiatan ini juga tetap mengedepankan keselamatan dan kedisiplinan berkendara, mengingat peserta akan melintasi berbagai aturan lalu lintas di tiga negara berbeda.
Touring ini turut didukung sejumlah sponsor seperti Motul, Yamaha Motor Company, dan FDR.
“Harapannya, perjalanan ini bukan hanya menjadi pengalaman bagi peserta, tetapi juga membawa pesan positif tentang persaudaraan dan potensi wisata Borneo ke tingkat internasional,” pungkasnya.
















Discussion about this post