PONTIANAK – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Bapak-Bapak Katolik (BAPAKAT) Familiar Ecclesia Publica Paroki Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pontianak, Sabtu (25/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., mengajak seluruh umat untuk terus memperkuat persatuan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap Kalimantan Barat.
Krisantus mengaku bersyukur dapat kembali hadir di tengah keluarga besar BAPAKAT MRPD. Kehadirannya kali ini menjadi yang kedua sejak dirinya dipercaya menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat.
Ia turut menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan lima tahun BAPAKAT MRPD. Meski usianya masih tergolong muda, menurutnya organisasi tersebut telah menunjukkan perkembangan yang positif melalui semangat kebersamaan, pelayanan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Saya melihat perayaan HUT ke-4 tahun lalu sudah sangat meriah, dan tahun ini terasa lebih meriah lagi. Saya berharap semangat seperti ini juga tumbuh di paroki-paroki lainnya sehingga semakin banyak ruang untuk mempererat persaudaraan umat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Krisantus juga menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki konsistensi dalam mengambil dan menjalankan setiap kebijakan. Menurutnya, keputusan yang diambil harus melalui pertimbangan yang matang serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia menilai Kalimantan Barat memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun, manfaat investasi yang masuk, menurutnya, harus semakin dirasakan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan dan pembangunan yang merata.
“Saya memohon doa dan dukungan seluruh umat agar perjuangan membangun Kalimantan Barat dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Krisantus juga mengajak masyarakat menunjukkan kecintaan terhadap Kalimantan Barat melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan memutasi kendaraan berpelat luar daerah menjadi pelat Kalimantan Barat sehingga dapat meningkatkan penerimaan pajak daerah yang nantinya digunakan untuk mendukung pembangunan, khususnya infrastruktur.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan melaksanakan program pemutihan pajak kendaraan bermotor pada Agustus mendatang sebagai bentuk kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Tak hanya itu, Krisantus mengajak seluruh umat Katolik untuk terus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
“Kalimantan Barat memiliki sekitar 24 suku yang hidup berdampingan. Keberagaman ini adalah kekuatan yang harus terus kita rawat. Jangan sampai ada konflik yang merusak persaudaraan yang telah terjalin,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap warga boleh bangga dengan identitas sukunya masing-masing. Namun, rasa bangga sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Barat juga harus terus dipupuk sebagai fondasi membangun daerah secara bersama-sama.
“Silakan bangga dengan identitas suku masing-masing, tetapi yang tidak kalah penting adalah bangga menjadi warga Kalimantan Barat. Di sinilah tempat kita hidup, berkarya, dan membangun masa depan bersama,” pesannya.
Mengusung tema “Aku Datang Bukan Untuk Dilayani, Melainkan Untuk Melayani”, peringatan HUT ke-5 BAPAKAT MRPD tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diisi berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman pohon di Rumah Pelangi, hingga pertandingan tenis meja.
Acara tersebut turut dihadiri rombongan BAPAKAT Paroki Stella Maris, BAPAKAT Santo Fidelis Sungai Ambawang, para pastor, Dewan Pastoral Paroki MRPD, pengurus dan keluarga besar BAPAKAT MRPD, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
















Discussion about this post