PONTIANAK – Durian Jemongko dinilai memiliki peluang besar menjadi ikon kuliner baru Kalimantan Barat. Cita rasanya yang khas dan kualitas buah yang terjaga diyakini mampu menarik wisatawan sekaligus mengangkat potensi hasil bumi daerah.
Pandangan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen, usai mencicipi Durian Jemongko untuk pertama kalinya di Pusat Kuliner UMKM Pontianak, Jalan Letkol Sugiono, Minggu (12/7/2026).
Menurut Ifan, pengalaman pertamanya menikmati durian khas Kalimantan Barat meninggalkan kesan positif. Ia menilai Durian Jemongko bukan sekadar buah musiman, melainkan memiliki potensi menjadi identitas kuliner yang dapat memperkuat daya tarik wisata Pontianak.
“Selama ini masyarakat Pontianak memang dikenal memiliki budaya menikmati durian. Kehadiran Durian Jemongko menjadi sesuatu yang menarik karena kualitas buahnya sudah melalui proses seleksi sehingga rasanya tetap terjaga. Saya berharap ini bisa menjadi local wisdom sekaligus destinasi wisata kuliner baru,” ujarnya.
Ifan bahkan berharap nama Durian Jemongko suatu saat dapat menyusul popularitas Jeruk Pontianak yang telah lama dikenal sebagai salah satu produk unggulan Kalimantan Barat.
“Kalau dulu orang mengenal Pontianak lewat Jeruk Pontianak, mudah-mudahan nanti Durian Jemongko juga bisa menjadi kebanggaan baru Kalimantan Barat,” katanya.
Meski baru pertama kali datang ke lapak Durian Jemongko, Ifan mengaku telah lama mendengar cerita mengenai buah tersebut. Ia mengetahui durian ini berasal dari kawasan pedalaman Kalimantan Barat dan sebagian hasil panennya selama ini justru lebih banyak dipasarkan hingga ke luar negeri.
Menurutnya, potensi tersebut seharusnya juga bisa dinikmati masyarakat di daerah sendiri. Selain memperkenalkan kekayaan kuliner lokal, langkah itu dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kalau hasil bumi kita bisa lebih banyak dinikmati masyarakat sendiri, tentu dampaknya akan lebih baik. Nilai ekonominya meningkat, daerah mendapatkan manfaat, dan petani juga memperoleh keuntungan yang lebih besar,” tuturnya.
Ia berharap pengembangan Durian Jemongko tidak berhenti sebagai komoditas musiman semata. Dengan pengelolaan yang baik, buah khas pedalaman Kalimantan Barat tersebut diyakini mampu berkembang menjadi ikon kuliner yang memperkuat sektor pariwisata sekaligus memperluas promosi daerah di tingkat nasional.
















Discussion about this post