pontianakpop.com
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
pontianakpop.com
No Result
View All Result
  • News
  • POP CULTURE
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • URBAN KOTA
  • OPINI
  • MULTIMEDIA
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
Home Kalbar

PHK Diduga Sepihak di PT WHW AR Berujung Laporan Pidana, Buruh Soroti Peran Pimpinan

6 Mei 2026
in Kalbar, Kasus Viral
PHK Diduga Sepihak di PT WHW AR Berujung Laporan Pidana, Buruh Soroti Peran Pimpinan
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KETAPANG – Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak di PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR), Ketapang, Kalimantan Barat, terus bergulir.

Perkara ini kini ditangani Mabes Polri setelah dilaporkan atas dugaan pelanggaran hak berserikat, kebebasan menyampaikan aspirasi, serta praktik union busting.

Union busting merupakan tindakan menghalangi atau menekan buruh agar tidak menjalankan kegiatan serikat, termasuk melalui PHK atau bentuk tekanan lainnya.

Salah satu korban PHK, Muhammad Fathoni, mengatakan laporan tersebut diajukan Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP KSBSI) ke Dittipidter Bareskrim Mabes Polri.

“Laporannya dari organisasi ke Mabes Polri terkait dugaan pelanggaran tersebut,” kata Fathoni, Jumat (1/5/2026).

Menindaklanjuti laporan itu, polisi telah memanggil Direktur PT WHW, Deyong Tian, pada 27 April 2026. Sementara Presiden Direktur PT WHW AR, Zhou Wei, disebut sedang berada di China.

Menurut Fathoni, Deyong Tian belum dapat mengambil keputusan terkait tuntutan pekerja, seperti permintaan dipekerjakan kembali, pembayaran upah, bonus, tunjangan hari raya (THR), hingga BPJS Ketenagakerjaan.

“Keputusan terkait kasus kami diambil langsung oleh Presiden Direktur, Pak Zhou Wei,” ujarnya.

Lingkungan Kerja Dinilai Tidak Fair

Selain PHK, Fathoni juga menyoroti ketimpangan perlakuan antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja asing (TKA) di perusahaan.

Ia menyebut TKA asal China yang bekerja di divisi yang sama berada di bawah pengawasan HRD khusus, serta memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan.

“Keputusan yang diambil itu ditetapkan oleh pimpinan China, bukan pimpinan Indonesia,” kata Fathoni.

Ia juga mengklaim keputusan manajemen lokal bisa dibatalkan jika tidak mendapat persetujuan dari pimpinan China.

Dugaan Kesewenang-wenangan

Kasus PHK ini disebut bermula dari protes pekerja terkait struktur dan skala upah yang dinilai tidak dijalankan.

Namun, protes tersebut berujung pada PHK terhadap 11 pekerja sepanjang 2025. Sebanyak 10 pekerja memilih melawan keputusan tersebut, sementara satu orang menerima kompensasi.

Upaya penyelesaian telah ditempuh hingga tahap tripartit di Dinas Ketenagakerjaan Ketapang, namun tidak mencapai kesepakatan.

Akibat kebuntuan, Fathoni bersama rekan-rekannya menggelar aksi mogok kerja pada 10–12 November 2025.

“Mogok kerja itu merupakan pelaksanaan hak dasar, bukan hasutan,” ujarnya.

Beberapa hari setelah aksi berakhir, para pekerja dipanggil manajemen dan menerima sanksi mulai dari SP3 hingga PHK.

Fathoni termasuk dalam gelombang PHK kedua bersama delapan pekerja lainnya. Saat ini, tersisa dua pekerja yang masih memperjuangkan kasus tersebut.

Perusahaan sempat menawarkan kompensasi, namun Fathoni menolak karena merasa tindakan yang dilakukannya dilindungi undang-undang.

“Masih belum ada penyelesaian,” katanya.

Tags: KalbarKetapangPontianakWHW
Admin

Admin

Related Posts

Asap Karhutla, Sekolah di Kalbar Wajib Pantau Udara Sebelum Tatap Muka
Kalbar

Asap Karhutla, Sekolah di Kalbar Wajib Pantau Udara Sebelum Tatap Muka

Api Bisa Muncul Kembali di Gambut, Norsan Perintahkan Penanganan Karhutla Tak Kendur
Kalbar

Titik Panas Turun, Asap Masih Terasa, Pemprov Kalbar Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla

Norsan Turun ke Bukit Peramas, Ikut Padamkan Karhutla di Medan Terjal
Kalbar

Gubernur Kalbar Apresiasi Satgas hingga Masyarakat dalam Penanganan Karhutla

Next Post
Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Sanggau Dihentikan, Tim SAR Tutup Operasi Hari Ketujuh

Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Sanggau Dihentikan, Tim SAR Tutup Operasi Hari Ketujuh

Joget Riang Bareng Orkes Bahagia Tutup Malam Saprahan Khatulistiwa

Joget Riang Bareng Orkes Bahagia Tutup Malam Saprahan Khatulistiwa

Jemaah Haji Termuda Asal Pontianak Berangkat ke Makkah, Bawa Amanah Sang Ibu

Jemaah Haji Termuda Asal Pontianak Berangkat ke Makkah, Bawa Amanah Sang Ibu

Discussion about this post

Recommended

Women in Politics: Urgency of Quota System For Women In Regional Elections

Wapres Gibran Turun Langsung Pantau Karhutla di Kubu Raya

Wapres Gibran Turun Langsung Pantau Karhutla di Kubu Raya

Irnanda Firmanda, Petinju Muda Kubu Raya, Tembus Pelatnas dan Siap Hadapi Kejuaraan Asia

Irnanda Firmanda, Petinju Muda Kubu Raya, Tembus Pelatnas dan Siap Hadapi Kejuaraan Asia

Kejar-kejaran 30 Menit di Kebun Sawit di Sambas, Kurir 722 Gram Sabu Akhirnya Tertangkap

Kejar-kejaran 30 Menit di Kebun Sawit di Sambas, Kurir 722 Gram Sabu Akhirnya Tertangkap

Categories

  • BBM & Ekonomi
  • Culture
  • Entertainment
  • EVENT & HIBURAN
  • Event Lokal
  • Fashion
  • Festival
  • Finance
  • HUKUM & KRIMINAL
  • image
  • Kalbar
  • Kasus Viral
  • Kebijakan
  • Komunitas
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • Kota Pontianak
  • Kreator
  • Kriminalitas
  • Kubu Raya
  • KULINER
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • National
  • News
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • Nongkrong
  • Opinion
  • PEMPROV KALBAR
  • Penegakan Hukum
  • PERISTIWA
  • Perspektif
  • Politics
  • PONTIPOP
  • POP CULTURE
  • RADAR KOTA
  • Rekomendasi
  • Review
  • Sports
  • Tokoh Lokal
  • Top News
  • Transportasi
  • Travel
  • Tren
  • UMKM
  • URBAN / KOTA

Topics

2018 FIFA World Cup 2018 League Asian Games 2018 Balinese Culture Bali United BBM Budaya Budget Travel Chopper Bike Dayak Edi Kamtono Ekspedisi Merah Putih gubernur kalbar Harisson Istana Negara Kabut Asap Kalbar Kalimantan barat karang taruna karhutla Kayong Utara Kebakaran hutan dan lahan kemarau Ketapang Krisantus Kurniawan Kubu Raya Landak Malaysia Market Stories National Exam Pekan gawai dayak Pemprov Kalbar perbatasan PLN Pontianak Ria Norsan Sambas Sanggau Sekda Kalbar singkawang Sintang Temajuk Visit Bali Wagub Kalbar WHW

Highlights

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Daud Yordan Bidik Kemenangan KO atas Adore Torres di Pontianak

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Trending

Pemprov Kalbar Bidik Dugaan Pelanggaran Perusahaan Terkait Karhutla
PEMPROV KALBAR

Pemprov Kalbar Bidik Dugaan Pelanggaran Perusahaan Terkait Karhutla

by Admin
0

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperketat pengawasan terhadap perusahaan sektor kehutanan dan perkebunan menyusul dugaan pelanggaran...

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

pontianakpop.com

© 2026 www.pontianakpop.com

Navigate Site

  • Advertise
  • Tentang Kami

Follow Us

  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result

© 2026 www.pontianakpop.com