SAMBAS – Seorang perempuan berinisial L ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (2/10/2026). Korban diduga tewas akibat sejumlah luka tusukan.
Polisi bergerak cepat. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, tim gabungan menangkap W, suami korban, di Pontianak. W sebelumnya melarikan diri dari lokasi kejadian setelah korban ditemukan meninggal dunia.
Kasatreskrim Polres Sambas AKP Suwandi mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh kedua anaknya, V (17) dan R (11).
“Korban ditemukan oleh anaknya di dalam kamar. Saat ditemukan, terdapat sejumlah luka tusukan pada tubuh korban,” kata Suwandi.
Dugaan keterlibatan W menguat setelah penyidik mengetahui korban masih bersama suaminya pada malam sebelum kejadian.
Sekitar pukul 06.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Sementara itu, W tidak lagi berada di rumah.
“Pada malam hari korban masih bersama suaminya. Kemudian pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, korban ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusukan, sementara suaminya sudah menghilang,” ujarnya.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengejaran. Dalam operasi tersebut, Satreskrim Polres Sambas dibantu Resmob, IT Ditreskrimum Polda Kalbar, serta Tim Macan Raya Unit Loudik Polres Kubu Raya.
Hasilnya, W berhasil diamankan di Pontianak sebelum pelariannya semakin jauh.
Saat diperiksa, W disebut mengakui perbuatannya kepada petugas.
“Saat diamankan, yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Pelariannya terhenti setelah berhasil diamankan oleh tim gabungan,” kata Suwandi.
Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia. Penyidik juga masih mengusut motif serta bentuk kekerasan yang dilakukan terhadap korban.
“Kami terus melakukan pendalaman terkait kronologi penyebab kematian dan motif dari kekerasan yang dilakukan oleh pelaku,” pungkasnya.
















Discussion about this post