PONTIANAK – Kembalinya pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 2 Pontianak, Senin (28/9/2026), belum berarti aktivitas sekolah kembali sepenuhnya normal.
Di tengah kondisi kualitas udara yang mulai membaik setelah beberapa waktu diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pihak sekolah masih menerapkan sejumlah pembatasan demi menjaga kesehatan siswa dan guru.
Salah satu perubahan paling terlihat adalah pengurangan durasi belajar. Jika sebelumnya kegiatan sekolah berlangsung dengan jam normal, kini setiap jam pelajaran dipangkas menjadi 30 menit.
Jam masuk juga sedikit bergeser. Siswa yang biasanya mulai masuk pukul 06.50 WIB, kini dijadwalkan hadir pukul 07.00 WIB. Pembelajaran kemudian berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.
Kepala SMPN 2 Pontianak, Rahmat Putra Yudha, mengatakan kebijakan tersebut diambil karena kondisi udara belum sepenuhnya kembali normal.
“Hari ini kita memulai pembelajaran tatap muka. Memang sudah terlalu lama kemarin kita melakukan pembelajaran jarak jauh. Kondisi cuaca juga sudah mulai membaik, walaupun memang belum sepenuhnya baik,” kata Rahmat.
Sebelum memutuskan kembali menggelar pembelajaran tatap muka, sekolah terlebih dahulu berkoordinasi dengan sejumlah kepala sekolah melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
Namun, kembalinya siswa ke ruang kelas tidak diikuti dengan dibukanya seluruh aktivitas sekolah. Sejumlah kegiatan yang berpotensi membuat siswa berada di luar ruangan dalam waktu lama, seperti olahraga, ekstrakurikuler dan upacara, untuk sementara ditiadakan.
“Selama pembelajaran yang kita laksanakan mulai hari ini, kegiatan di luar kelas seperti olahraga dan kegiatan lainnya ditiadakan untuk sementara waktu,” jelasnya.
Siswa Diminta Langsung Masuk Kelas
Perubahan juga diterapkan pada aktivitas siswa sebelum pembelajaran dimulai. Jika biasanya siswa dapat berkumpul terlebih dahulu di sejumlah titik di lingkungan sekolah, kini kebiasaan tersebut dibatasi. Siswa diminta langsung menuju ruang kelas setelah tiba di sekolah.
“Anak-anak langsung masuk ke kelas. Termasuk titik-titik tempat mereka biasanya berkumpul sebelum masuk kelas, semuanya kita batasi hari ini,” ujar Rahmat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mengurangi paparan udara luar selama kondisi kualitas udara belum benar-benar normal.
Sekolah juga telah menyampaikan imbauan kepada orang tua melalui grup wali kelas. Para siswa diminta menggunakan masker serta membawa air putih dari rumah.
Selain itu, kondisi kesehatan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung turut dipantau oleh pihak sekolah.
Menunggu Kondisi Benar-Benar Normal
Rahmat menyebut hari pertama pelaksanaan pembelajaran tatap muka berjalan tanpa kendala berarti bagi para guru.
Meski demikian, pola belajar yang diterapkan saat ini masih bersifat sementara. Sekolah akan melakukan penyesuaian kembali apabila kondisi cuaca dan kualitas udara sudah dinilai normal.
“Harapannya dalam beberapa hari ke depan, jika kondisi cuaca kembali normal, kita juga akan kembali melaksanakan pembelajaran seperti biasa,” katanya.
Untuk sementara, SMPN 2 Pontianak memilih menjalankan pembelajaran tatap muka dengan prinsip kehati-hatian: siswa tetap bisa belajar di dalam kelas, tetapi aktivitas di luar ruangan masih dibatasi hingga kondisi lingkungan benar-benar memungkinkan.
















Discussion about this post