PONTIANAK – Panggung komedi tak selalu berakhir dengan tawa. Di Pontianak, gelak penonton justru menjadi bagian dari aksi solidaritas untuk masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Hal itu dilakukan Standupindo Pontianak melalui kegiatan galang dana yang digelar di Rumah Gesit Borneo GEMAWAN, Sabtu (26/9/2026).
Dengan mengusung semangat berbagi melalui komedi, tujuh komika tampil di hadapan penonton. Tak ada tarif tiket yang dipatok. Penonton cukup memberikan donasi secara sukarela, dan seluruh hasilnya dikumpulkan untuk membantu penanganan dampak karhutla.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari GEMAWAN yang menyediakan ruang bagi Standupindo Pontianak untuk menggelar aksi sosial tersebut. Kolaborasi ini menjadi bentuk kepedulian komunitas terhadap persoalan lingkungan yang tengah dihadapi Kalimantan.
Tak hanya mengandalkan pertunjukan stand up comedy, penggalangan dana juga dilakukan melalui lapak donasi.
Sejumlah barang dijual kepada pengunjung, di antaranya sepatu dengan harga Rp50 ribu per item dan kemeja seharga Rp20 ribu per item. Seluruh hasil penjualan kembali dialokasikan sebagai donasi.
Salah satu pihak Standupindo Pontianak, Ageng, mengatakan kegiatan tersebut dipersiapkan dalam waktu relatif singkat. Ide untuk menggelar aksi sosial itu baru dimatangkan sekitar dua minggu sebelum pelaksanaan.
Meski demikian, respons masyarakat di luar dugaan. Penonton tetap berdatangan dan memberikan dukungan karena persoalan karhutla dinilai menjadi keresahan bersama.
“Saya sangat senang, acara ini sebenarnya terlaksana dengan rencana yang sangat mendadak, baru dua minggu lalu. Tapi ternyata antusias penonton lumayan, mungkin karena merasakan keresahan yang sama. GEMAWAN juga menyambut baik kami dengan memberikan ruang ini,” ujar Ageng.
Bagi Standupindo Pontianak, kondisi tersebut menunjukkan bahwa komunitas kreatif juga dapat mengambil peran ketika persoalan sosial dan lingkungan muncul di tengah masyarakat.
Sementara itu, Arni dari GEMAWAN mengatakan pihaknya terbuka terhadap berbagai kegiatan komunitas yang membawa semangat sosial sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami juga senang, GEMAWAN selalu terbuka untuk teman-teman komunitas. Terima kasih untuk Standup Pontianak yang sudah menyambut baik tawaran kerja sama kami,” kata Arni.
Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap karhutla dapat disuarakan melalui berbagai cara. Tidak harus selalu melalui aksi formal, tetapi juga bisa lewat kreativitas komunitas.
Di tangan para komika, panggung yang biasanya menjadi tempat melepas penat berubah menjadi ruang solidaritas. Tawa penonton dikumpulkan menjadi donasi, sementara keresahan terhadap karhutla diterjemahkan menjadi aksi nyata.
Standupindo Pontianak berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga komedi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk mengajak masyarakat peduli terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan di Kalimantan.
















Discussion about this post