pontianakpop.com
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
pontianakpop.com
No Result
View All Result
  • News
  • POP CULTURE
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • URBAN KOTA
  • OPINI
  • MULTIMEDIA
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
Home Kalbar

Dihantam Kemarau dan Air Asin, Petani Sulit Tanam Sayuran, Harga di Pontianak Melambung

Harga cabai melambung tinggi

22 September 2026
in Kalbar, Kota Pontianak
Dihantam Kemarau dan Air Asin, Petani Sulit Tanam Sayuran, Harga di Pontianak Melambung
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PONTIANAK — Harga sejumlah sayuran di Pasar Flamboyan, Kota Pontianak, melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini disebut tidak lepas dari terganggunya produksi petani akibat kemarau dan kondisi air yang mulai asin.

Dampaknya mulai terasa di pasar. Sejumlah sayuran yang biasanya dijual dengan harga terjangkau kini mengalami kenaikan hingga beberapa kali lipat.

Pedagang Pasar Flamboyan, Maryanto, mengatakan kenaikan paling terasa pada komoditas sayuran yang banyak bergantung pada hasil pertanian dari daerah sekitar Pontianak.

Kangkung, misalnya, kini dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram. Padahal, komoditas tersebut biasanya menjadi salah satu sayuran yang relatif murah.

Kenaikan lebih tinggi terjadi pada kacang panjang. Harganya kini mencapai Rp55 ribu per kilogram, sementara dalam kondisi normal hanya berada di kisaran Rp8 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.

Sawi juga ikut terdampak dengan harga sekitar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Sementara tauge yang sebelumnya sekitar Rp10 ribu kini bisa mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

“Semua harga bahan pokok melonjak naik sampai para pembeli itu mengeluh. Harganya ada yang tidak terjangkau oleh masyarakat kecil yang ingin biasa makan sayur,” ujar Maryanto.

Kemarau Bikin Petani Kesulitan

Menurut Maryanto, kenaikan harga tersebut tidak hanya dipengaruhi pasokan yang terbatas, tetapi juga kondisi cuaca yang membuat petani kesulitan menanam sayuran.

Kemarau yang berlangsung sekitar dua bulan menyebabkan ketersediaan air menjadi persoalan. Kondisi air yang disebut mulai asin juga membuat tanaman sulit tumbuh dengan baik.

“Sejak dua bulan ini, sejak kemarau juga pengaruh air dan asap. Jadi sayur itu susah tumbuh, susah berkembang. Kadang bunganya jatuh, tidak bisa tumbuh,” katanya.

Kondisi tersebut akhirnya berpengaruh terhadap jumlah sayuran yang bisa dipanen. Ketika produksi dari petani lokal berkurang, pasokan ke pasar ikut menipis dan harga terdorong naik.

Maryanto mengatakan tidak semua komoditas mengalami tekanan yang sama. Wortel dan kentang, misalnya, relatif stabil karena pasokannya banyak didatangkan dari Pulau Jawa.

Sementara itu, pasokan sayuran dari Jawa juga membantu menekan harga beberapa komoditas. Timun yang sebelumnya sempat menyentuh Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram setelah pasokan dari Jawa masuk.

Namun, pasokan tersebut belum datang setiap hari. Menurut Maryanto, barang dari Jawa biasanya tiba setiap tiga hingga empat hari.

Harga Cabai Ikut Meroket

Tekanan harga tidak hanya terjadi pada sayuran. Cabai juga ikut mengalami kenaikan cukup tinggi.

Harga cabai yang sebelumnya sekitar Rp65 ribu per kilogram, kini bisa mencapai Rp120 ribu per kilogram.

Maryanto berharap pemerintah dapat menjaga kelancaran pasokan dari luar daerah, terutama ketika produksi petani lokal terganggu akibat kondisi cuaca.

“Harapan pedagang, kalau bisa diperhatikan barang-barang yang datang dari luar. Jadi ada pengaturannya, harganya stabil. Itu harapan pedagang,” pungkasnya.

Tags: gagal panenharga naikinflasiKalimantan baratkekeringankemaraupetaniPontianaksayur
Admin

Admin

Related Posts

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah
Kota Pontianak

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan
Kota Pontianak

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah
Kota Pontianak

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Next Post
Air PDAM Kerap Payau, Wagub Kalbar Dorong SPAM Regional

Air PDAM Kerap Payau, Wagub Kalbar Dorong SPAM Regional

Norsan Turun ke Lokasi Karhutla Pelang, Bawa Bantuan dan Makan Bersama Relawan

Norsan Turun ke Lokasi Karhutla Pelang, Bawa Bantuan dan Makan Bersama Relawan

Kabut Asap Selimuti Kayong Utara, Pemprov Kalbar Kirim Air Bersih dan Gelar Pasar Murah

Kabut Asap Selimuti Kayong Utara, Pemprov Kalbar Kirim Air Bersih dan Gelar Pasar Murah

Discussion about this post

Recommended

Pengibaran 1.000 Bendera di Temajuk, Satarudin: Perbatasan Harus Jadi Kebanggaan Bangsa

Pengibaran 1.000 Bendera di Temajuk, Satarudin: Perbatasan Harus Jadi Kebanggaan Bangsa

The Sacred Balinese “Fire Horse” Dance: Sanghyang Jaran Dance

Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Kapuas Cari Warga Tenggelam di Sanggau

Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Kapuas Cari Warga Tenggelam di Sanggau

Buka Fatmawati Trophy 2026, Krisantus Ajak Desainer Angkat Identitas Budaya Kalimantan ke Pentas Nasional

Buka Fatmawati Trophy 2026, Krisantus Ajak Desainer Angkat Identitas Budaya Kalimantan ke Pentas Nasional

Categories

  • BBM & Ekonomi
  • Culture
  • Entertainment
  • EVENT & HIBURAN
  • Event Lokal
  • Fashion
  • Festival
  • Finance
  • HUKUM & KRIMINAL
  • image
  • Kalbar
  • Kasus Viral
  • Kebijakan
  • Komunitas
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • Kota Pontianak
  • Kreator
  • Kriminalitas
  • Kubu Raya
  • KULINER
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • National
  • News
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • Nongkrong
  • Opinion
  • PEMPROV KALBAR
  • Penegakan Hukum
  • PERISTIWA
  • Perspektif
  • Politics
  • PONTIPOP
  • POP CULTURE
  • RADAR KOTA
  • Rekomendasi
  • Review
  • Sports
  • Tokoh Lokal
  • Top News
  • Transportasi
  • Travel
  • Tren
  • UMKM
  • URBAN / KOTA

Topics

2018 FIFA World Cup 2018 League Asian Games 2018 Balinese Culture Bali United BBM Budaya Budget Travel Chopper Bike Dayak Edi Kamtono Ekspedisi Merah Putih gubernur kalbar Harisson Istana Negara Kabut Asap Kalbar Kalimantan barat karang taruna karhutla Kayong Utara Kebakaran hutan dan lahan kemarau Ketapang Krisantus Kurniawan Kubu Raya Landak Malaysia Market Stories National Exam Pekan gawai dayak Pemprov Kalbar perbatasan PLN Pontianak Ria Norsan Sambas Sanggau Sekda Kalbar singkawang Sintang Temajuk Visit Bali Wagub Kalbar WHW

Highlights

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Daud Yordan Bidik Kemenangan KO atas Adore Torres di Pontianak

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Trending

Pemprov Kalbar Bidik Dugaan Pelanggaran Perusahaan Terkait Karhutla
PEMPROV KALBAR

Pemprov Kalbar Bidik Dugaan Pelanggaran Perusahaan Terkait Karhutla

by Admin
0

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperketat pengawasan terhadap perusahaan sektor kehutanan dan perkebunan menyusul dugaan pelanggaran...

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

pontianakpop.com

© 2026 www.pontianakpop.com

Navigate Site

  • Advertise
  • Tentang Kami

Follow Us

  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result

© 2026 www.pontianakpop.com