PONTIANAK – Ledakan terjadi di Dok/Bengkel Kapal Malaka Makmur Mandiri, Jalan Selat Malaka, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Peristiwa itu menewaskan seorang pekerja las dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Aris, mengatakan ledakan terjadi saat sebuah kapal sedang menjalani proses perbaikan pada bagian tangki minyak.
“Ledakan diduga berasal dari tangki kapal yang saat itu sedang dilakukan pengelasan. Namun penyebab pastinya masih kami selidiki,” kata Kompol Aris.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Indra Lay alias Abi (47), pekerja las yang saat kejadian sedang mengelas tangki kapal. Korban mengalami luka berat pada bagian kepala akibat ledakan dan meninggal dunia di lokasi.
Sementara itu, Edi (29), pemilik kapal, mengalami luka bakar pada bagian kepala hingga kedua lengan. Korban lainnya, Oktovianus Juli alias Adong (25), anak buah kapal (ABK), mengalami sejumlah luka robek di kepala, perut, lutut, pergelangan tangan, dan kaki kanan sehingga harus menjalani 14 jahitan.
Berdasarkan keterangan saksi Hasan Basri, ledakan terdengar saat dirinya sedang duduk di sekitar dok kapal. Sesaat kemudian ia melihat kobaran api muncul dari arah tangki kapal dan sejumlah pekerja menjadi korban.
“Saksi bersama warga langsung melakukan evakuasi terhadap korban sekaligus memadamkan api. Sebelum ledakan terjadi, memang sedang berlangsung pekerjaan pengelasan pada tangki kapal,” ujar Aris.
Saksi lainnya, Aliong, mengaku baru saja turun dari kapal untuk membeli minuman ketika suara ledakan keras terdengar. Saat kembali ke lokasi, ia mendapati Indra Lay sudah tergeletak dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Edi dan Adong mengalami luka-luka.
Tim Inafis Polresta Pontianak tiba di lokasi sekitar pukul 14.50 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban luka dievakuasi ke RS Pontianak Utara untuk mendapatkan perawatan medis, sedangkan jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak.
Kompol Aris menegaskan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan. Dugaan sementara mengarah pada ledakan gas di dalam tangki kapal saat proses pengelasan berlangsung.
“Tidak menutup kemungkinan terdapat kelalaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja selama proses perbaikan kapal. Namun hal itu masih memerlukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian,” tegasnya.
















Discussion about this post