pontianakpop.com
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result
pontianakpop.com
No Result
View All Result
  • News
  • POP CULTURE
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • URBAN KOTA
  • OPINI
  • MULTIMEDIA
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
Home Kalbar

Kang Maman: Di Cerlang, Anak Tak Sekadar Belajar Membaca, tetapi Membaca Kehidupan

Cerlang mengajak anak-anak berhadapan dengan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan

29 September 2026
in Kalbar, Kota Pontianak, Kreator, National, News, Tokoh Lokal
Kang Maman: Di Cerlang, Anak Tak Sekadar Belajar Membaca, tetapi Membaca Kehidupan
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PONTIANAK – Bagi Maman Suherman, literasi bukan sekadar kemampuan membaca rangkaian kata atau menulis sebuah kalimat. Literasi, menurut penulis sekaligus social influencer yang akrab disapa Kang Maman itu, adalah kemampuan memahami kehidupan, membaca persoalan di sekitar, berpikir kritis, lalu mengubah pengetahuan menjadi tindakan.

Pandangan itu kembali ia temukan saat mengunjungi Sekolah Alam Cerlang di Pontianak, Senin (28/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi yang kedua bagi Kang Maman setelah beberapa tahun sebelumnya ia berkesempatan mengenal lebih dekat konsep pendidikan yang diterapkan di sekolah tersebut.

“Dunia literasi sekolah bukan cuma ruangan literasi, bukan cuma baca tulis. Literasi adalah bagaimana memahami yang tersirat dan tersurat, mengembangkan imajinasi yang kritis sejak dini, serta kemampuan mengembangkannya dan mempraktikkannya,” ujarnya.

Menurut Kang Maman, konsep tersebut tampak dari cara Cerlang mengajak anak-anak berhadapan dengan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan pembelajaran mengenai mitigasi bencana. Anak-anak tidak hanya menerima materi dalam bentuk teori, tetapi diajak berdiskusi, bermain, hingga melakukan praktik.

“Saya jatuh cinta ketika pertama datang dan diajak berdiskusi tentang mitigasi bencana. Kami bermain dan berpraktik baik literasi tentang bagaimana menghadapi bencana dan lainnya,” katanya.

Yang membuatnya semakin terkesan, anak-anak di sekolah tersebut mampu membicarakan isu yang cukup kompleks dengan bahasa sederhana sesuai dengan usia mereka.

Ia bercerita pernah bertemu siswa sekolah dasar yang sudah mendiskusikan persoalan kesetaraan gender. Bahkan, siswa kelas enam SD telah mampu mengajukan pertanyaan mengenai dampak inflasi terhadap kehidupan sehari-hari.

“Anak kelas enam SD sudah bertanya dampak inflasi bagi hidup kami. Sederhana, misalnya harga es krim menjadi mahal,” tuturnya.

Bagi Kang Maman, contoh tersebut

menunjukkan bahwa anak tidak hanya menghafal pengetahuan, tetapi belajar menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan realitas di sekitarnya.

Belajar dengan Cara yang Membuat Anak Bahagia

Hal lain yang menarik perhatiannya adalah suasana belajar yang memberikan ruang bagi anak untuk menentukan aktivitasnya sendiri.

Di Cerlang, anak-anak dapat memilih kegiatan yang mereka sukai. Ada yang menulis, berdialog, berdiskusi, bermain catur, hingga memilih permainan lainnya.

“Tidak ada paksaan. Buat saya, itu sebenarnya merdeka belajar,” ujarnya.

Kang Maman kemudian menghubungkan suasana tersebut dengan gagasan Ki Hadjar Dewantara tentang sekolah sebagai taman. Taman, menurutnya, bukan sekadar tempat untuk tumbuh, tetapi ruang yang memberi kebebasan, rasa aman, dan kebahagiaan.

“Taman itu tempat orang bebas. Mau membaca buku sambil berlari, makan, bermain, pokoknya bahagia. Bahagia dengan buku, lingkungannya, teman-temannya, dan gurunya,” katanya.

Orang Tua Bukan Sekadar Pengantar Anak

Menurut Kang Maman, ekosistem literasi tidak akan tumbuh kuat jika hanya dibebankan kepada sekolah. Keluarga dan masyarakat juga harus mengambil bagian.

Ia melihat hal itu dipraktikkan di Cerlang. Orang tua tidak hanya datang untuk mengantar dan menjemput anak, tetapi turut terlibat dalam berbagai aktivitas sekolah.

Salah satu yang mendapat apresiasinya adalah kegiatan arisan buku yang melibatkan guru dan orang tua.

“Saya capek teriak di mana-mana tentang arisan buku, tetapi di sini sudah dijalankan oleh guru dan para orang tua,” ujarnya.

Ia melihat keterlibatan tersebut sebagai bentuk nyata konsep human library, ketika setiap orang dapat menjadi sumber pengetahuan dengan membagikan pengalaman dan cerita yang dimilikinya.

“Siapa pun bisa menjadi pembicara. Orang tua banyak yang dilibatkan dan berbagi pengalaman. Itulah nyatanya human library. Orang tua adalah bagian dari sekolah ini,” katanya.

Dari Satu Sekolah untuk Sekolah Lain

Kang Maman berharap praktik literasi yang telah berjalan di Cerlang tidak berhenti sebagai tradisi internal sekolah. Ia mendorong agar praktik baik tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan sekolah lain.

Salah satu gagasan yang ia tawarkan adalah membangun jejaring perpustakaan antarsekolah atau inter-library, sehingga koleksi buku dan pengalaman literasi dapat saling dibagikan.

“Kalau ada buku di sini bisa dipinjam, begitu juga kalau anak mau membaca buku dari sekolah lain. Mari menjalankan inter-library, saling meminjamkan buku,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan akan menjadi lebih kuat ketika literasi di rumah, sekolah, dan masyarakat berjalan bersama, bukan sebagai ruang-ruang yang terpisah.

“Jadi tidak perlu bertanya itu harus dimulai di usia berapa. Semuanya bisa berjalan beriringan,” pungkasnya.

Tags: belajarcerlangKehidupanliterasiPendidikanPenulisSekolah
Admin

Admin

Related Posts

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah
Kota Pontianak

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan
Kota Pontianak

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah
Kota Pontianak

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Next Post
Rakorwasda 2026, Krisantus: Jangan Tunggu Ada Masalah Baru Mengawasi

Rakorwasda 2026, Krisantus: Jangan Tunggu Ada Masalah Baru Mengawasi

Usai MTQ Nasional 2026, Gubernur Norsan Minta Pembinaan Kafilah Kalbar Tak Putus di Tengah Jalan

Usai MTQ Nasional 2026, Gubernur Norsan Minta Pembinaan Kafilah Kalbar Tak Putus di Tengah Jalan

Wagub Kalbar: Administrasi Kependudukan Bukan Sekadar Dokumen, tapi Pelindung Hak Perempuan dan Anak

Wagub Kalbar: Administrasi Kependudukan Bukan Sekadar Dokumen, tapi Pelindung Hak Perempuan dan Anak

Discussion about this post

Recommended

Ria Norsan Ajak Masyarakat Bumikan Pancasila, Jadikan Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Ria Norsan Ajak Masyarakat Bumikan Pancasila, Jadikan Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Wagub Kalbar Dorong KADIN Tak Sekadar Jadi Wadah Pengusaha, Tapi Motor Ekonomi Daerah

Wagub Kalbar Dorong KADIN Tak Sekadar Jadi Wadah Pengusaha, Tapi Motor Ekonomi Daerah

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Rangkul Komunitas Disabilitas, Maktab Tuli As-Sami Gelar Nobar Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” di Pontianak

Rangkul Komunitas Disabilitas, Maktab Tuli As-Sami Gelar Nobar Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” di Pontianak

Categories

  • BBM & Ekonomi
  • Culture
  • Entertainment
  • EVENT & HIBURAN
  • Event Lokal
  • Fashion
  • Festival
  • Finance
  • HUKUM & KRIMINAL
  • image
  • Kalbar
  • Kasus Viral
  • Kebijakan
  • Komunitas
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
  • Kota Pontianak
  • Kreator
  • Kriminalitas
  • Kubu Raya
  • KULINER
  • Lifestyle
  • MULTIMEDIA
  • National
  • News
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • Nongkrong
  • Opinion
  • PEMPROV KALBAR
  • Penegakan Hukum
  • PERISTIWA
  • Perspektif
  • Politics
  • PONTIPOP
  • POP CULTURE
  • RADAR KOTA
  • Rekomendasi
  • Review
  • Sports
  • Tokoh Lokal
  • Top News
  • Transportasi
  • Travel
  • Tren
  • UMKM
  • URBAN / KOTA

Topics

2018 FIFA World Cup 2018 League Asian Games 2018 Balinese Culture Bali United BBM Budaya Budget Travel Chopper Bike Dayak Edi Kamtono Ekspedisi Merah Putih gubernur kalbar Harisson Istana Negara Kabut Asap Kalbar Kalimantan barat karang taruna karhutla Kayong Utara Kebakaran hutan dan lahan kemarau Ketapang Krisantus Kurniawan Kubu Raya Landak Malaysia Market Stories National Exam Pekan gawai dayak Pemprov Kalbar perbatasan PLN Pontianak Ria Norsan Sambas Sanggau Sekda Kalbar singkawang Sintang Temajuk Visit Bali Wagub Kalbar WHW

Highlights

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Daud Yordan Bidik Kemenangan KO atas Adore Torres di Pontianak

Parit Tokaya Dikeruk, Pemkot Pontianak Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan

Pemkot Pontianak Mulai Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Masterplan Utilitas Bawah Tanah

Asap Karhutla, Sekolah di Kalbar Wajib Pantau Udara Sebelum Tatap Muka

Trending

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar
PEMPROV KALBAR

Ria Norsan Bidik BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Karhutla Kalbar

by Admin
0

JAKARTA – Relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat berpeluang mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan....

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Pertamina Batasi Pembelian Pertalite di Ketapang, Antrean BBM Diurai dari Dua Terminal

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Kantor Pos Lama Pontianak Disewa Investor, Edi: Bangunan Tak Boleh Diubah

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Keponakan Daud Yordan Menang KO, Leonardo Rebut Golden Belt Akcaya Kalbar

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

Saksikan Daud Yordan Juara, Norsan Harap Jadi Inspirasi Generasi Muda

pontianakpop.com

© 2026 www.pontianakpop.com

Navigate Site

  • Advertise
  • Tentang Kami

Follow Us

  • News
    • Kota Pontianak
    • Kubu Raya
    • Kalbar
  • POP CULTURE
    • Tren
    • Fashion
    • Nongkrong
  • HUKUM & KRIMINAL
    • Kriminalitas
    • Penegakan Hukum
    • Kasus Viral
  • KOMUNITAS DAN FIGUR
    • Tokoh Lokal
    • Kreator
    • Komunitas
  • URBAN KOTA
    • BBM & Ekonomi
    • Transportasi
    • Kebijakan
  • OPINI
    • Analisis Ringan
    • Esai
    • Perspektif
  • MULTIMEDIA
    • Foto Story
    • Shorts
    • Video
  • NGOPI (Ngobrol Pontianak Hari ini)
  • PONTIPOP
  • RADAR KOTA
No Result
View All Result

© 2026 www.pontianakpop.com