SINGKAWANG – Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) II Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Barat resmi berakhir.
Penutupan yang berlangsung di Halaman Mess Daerah Kota Singkawang, Minggu sore (12/7/2026), menjadi penanda suksesnya pesta olahraga masyarakat yang selama beberapa hari mempertemukan ribuan pegiat olahraga dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes, yang mewakili Gubernur Kalbar sekaligus menjabat Ketua KORMI Kalbar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Forprov II.
Menurut Harisson, keberhasilan ajang ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Kota Singkawang sebagai tuan rumah, KORMI Kota Singkawang, panitia pelaksana, KORMI Kalbar, para sponsor, serta seluruh elemen pendukung yang bekerja bersama hingga kegiatan berlangsung aman, lancar, dan meriah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, bersinergi, dan berkomitmen sehingga Forprov II dapat berlangsung dengan sukses sejak pembukaan hingga penutupan hari ini,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh kontingen yang telah menunjukkan semangat sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan selama mengikuti berbagai pertandingan.
Harisson menegaskan bahwa olahraga masyarakat memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar mengejar kemenangan.
“Dalam olahraga masyarakat, esensi tertinggi bukan semata-mata kemenangan, melainkan partisipasi, kegembiraan, dan kesehatan. Kita semua adalah pemenang karena telah berhasil menghidupkan semangat olahraga masyarakat di daerah masing-masing,” katanya.
Kepada daerah yang berhasil meraih juara umum, Harisson menyampaikan ucapan selamat dan berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan budaya olahraga masyarakat di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Ketua KORMI Kota Singkawang, H. Mubarak Abdullah Babatin, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Forprov II di Kota Singkawang.
Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga mempererat hubungan antardaerah di Kalimantan Barat.
“Siapa pun yang menjadi juara bukanlah persoalan utama. Yang terpenting adalah persahabatan tetap terjalin, silaturahmi terus terjaga, dan dua tahun mendatang kita dapat kembali bertemu dalam semangat yang sama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kota Singkawang, Forkopimda, panitia, relawan, aparat keamanan, tenaga kesehatan, para sponsor, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Ir. Dwi Yanti, S.T., M.T., M.H., menilai Forprov II menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat melalui olahraga.
“Dalam KORMI, esensi utama bukanlah mencari siapa yang tercepat atau terkuat, melainkan bagaimana membangun budaya olahraga agar masyarakat semakin sehat, bugar, gembira, dan penuh semangat. Semua peserta adalah pemenang yang telah mempererat tali persaudaraan antardaerah,” ungkapnya.
Sebelum seremoni penutupan, Harisson turut menyerahkan medali kepada para pemenang Kejuaraan Airsoft Brotherhood Unity yang digelar pada 11–12 Juli 2026 di Halaman STIH Singkawang.
Kejuaraan tersebut mempertandingkan enam nomor, yakni Tactical Battle Competition (TABCOM), Tactical Double Weapon Competition (TDWCOM), Sharp Shooter Competition (SSCOM), Tactical Show of Competition (TSOC), Speed Challenge Team (SCT), dan Water Gelblaster Competition (WGC).
Berdasarkan Surat Keputusan Panitia Penyelenggara Forprov II Tahun 2026 Nomor 009/FORPROV/II/KORMI/KALBAR/VII/2026, Kota Pontianak berhasil keluar sebagai Juara Umum Forprov II KORMI Kalimantan Barat 2026 dengan perolehan 25 medali emas, 25 perak, dan 18 perunggu, atau total 68 medali.
Posisi kedua ditempati Kota Singkawang dengan raihan 22 emas, 16 perak, dan 21 perunggu atau total 59 medali, sedangkan Kabupaten Kubu Raya berada di peringkat ketiga setelah mengoleksi 18 emas, 17 perak, dan 13 perunggu, dengan total 48 medali.
Prosesi penutupan Forprov II turut dihadiri Ketua KONI Kalimantan Barat Daud Cino Yordan, perwakilan bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat, unsur Forkopimda Kota Singkawang, jajaran KORMI provinsi dan kabupaten/kota, atlet, ofisial, pegiat olahraga, serta seluruh kontingen peserta.
Berakhirnya Forprov II menegaskan bahwa olahraga masyarakat tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat persaudaraan, memperkokoh persatuan, dan menumbuhkan budaya hidup sehat di Kalimantan Barat.
















Discussion about this post