PONTIANAK – Gerakan Pramuka Kalimantan Barat diharapkan tidak hanya hadir sebagai organisasi kepemudaan, tetapi menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Harapan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan usai resmi dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Kalimantan Barat oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, di Balai Petitih, Pontianak, Jumat (19/6/2026).
Bersamaan dengan pelantikan tersebut, turut dikukuhkan jajaran Pengurus Majelis Pembimbing Daerah, Pengurus Kwartir Daerah, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalbar Masa Bakti 2025–2030.
Bagi Norsan, amanah sebagai Ketua Mabida bukan sekadar jabatan seremonial. Ia memandang posisi tersebut sebagai tanggung jawab untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat dalam membina generasi muda.
“Amanah ini saya maknai sebagai komitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu menjadi agen perubahan bagi daerah,” ujarnya.
Menurut Norsan, Gerakan Pramuka harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasinya. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan menghadirkan program-program yang lebih inovatif, menjangkau seluruh daerah, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan, Pramuka harus hadir di tengah berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat, mulai dari pelestarian lingkungan, penguatan budaya literasi, peningkatan keterampilan generasi muda, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Jadikan Pramuka sebagai gerakan yang aktif membangun karakter generasi muda sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui semangat pengabdian, persatuan, dan kolaborasi,” tegasnya.
Kepada para anggota Pramuka, Norsan berpesan agar terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi secara bijak serta menjaga kepedulian terhadap sesama.
“Pramuka bukan sekadar seragam dan atribut. Pramuka adalah identitas generasi muda yang berkarakter, adaptif, berintegritas, dan siap memimpin masa depan Kalimantan Barat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung penguatan Gerakan Pramuka. Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat bergantung pada soliditas seluruh unsur, mulai dari kwartir daerah hingga gugus depan.
Ia menegaskan bahwa seluruh elemen Gerakan Pramuka harus bergerak dalam satu visi dan misi yang sama, yakni memberikan pengabdian terbaik bagi generasi muda Indonesia.
“Gerakan Pramuka harus terus menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda yang mampu menjawab tantangan bangsa di masa depan,” pungkasnya.
















Discussion about this post