SAMBAS – Kunjungan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, ke Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, dalam rangka kegiatan Gema Membangun Desa menghasilkan sejumlah catatan penting terkait pembangunan kawasan perbatasan.
Dalam kunjungan tersebut, Norsan menyoroti tiga sektor yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan Temajuk, yakni pengembangan usaha garam rakyat, sektor pariwisata, dan infrastruktur pendukung.
Menurut Norsan, usaha garam yang dikelola masyarakat memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Namun, keterbatasan modal masih menjadi kendala utama yang dihadapi para petani garam.
“Kita melihat usaha garam di Temajuk cukup potensial. Hanya saja masih terkendala modal sehingga perlu mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Selain sektor ekonomi, Norsan juga menilai Temajuk memiliki daya tarik wisata yang sangat besar. Keindahan pantai serta wisata air yang dimiliki kawasan perbatasan tersebut dinilai mampu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Temajuk ini punya potensi wisata yang luar biasa. Pantainya bagus, wisata airnya juga menarik. Ini perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Di bidang infrastruktur, Gubernur Kalbar turut menyoroti keberadaan jembatan yang putus di wilayah tersebut. Pemerintah Provinsi Kalbar akan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum menentukan langkah pembangunan.
“Nanti kita lihat dulu fungsi dan urgensinya. Setelah dikaji, baru diputuskan langkah yang paling tepat untuk penanganannya,” jelas Norsan.
Melalui penguatan sektor ekonomi berbasis garam rakyat, pengembangan pariwisata, serta peningkatan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Kalbar berharap Temajuk dapat tumbuh menjadi kawasan perbatasan yang lebih maju, produktif, dan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Barat.
















Discussion about this post