PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat kabupaten yang hingga kini belum memperoleh bantuan penanganan dari pemerintah pusat.
Empat daerah tersebut yakni Kabupaten Mempawah, Landak, Sekadau, dan Sanggau. Bantuan dilepas langsung Gubernur Kalbar Ria Norsan di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (18/9/2026).
Penyaluran bantuan ini dilakukan setelah status tanggap darurat bencana asap akibat karhutla di Kalbar diperpanjang berdasarkan Keputusan Gubernur Kalbar Nomor 961/BPBD/2026.
Ria Norsan mengatakan, empat kabupaten tersebut menjadi prioritas karena belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Pemprov kemudian menyalurkan buffer stock untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
“Yang empat kabupaten dan kota ini belum mendapatkan bantuan dari pusat, sedangkan yang sepuluh kabupaten/kota sudah mendapat semuanya,” kata Norsan.
Dari empat daerah tersebut, tingkat dampaknya juga berbeda. Mempawah disebut masuk kategori sangat parah, sementara Sanggau, Landak, dan Sekadau masuk kategori parah.
Menurut Norsan, penentuan penerima bantuan dilakukan dengan melihat kondisi karhutla dan dampaknya di masing-masing wilayah.
Pemprov Kalbar juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebutuhan penanganan karhutla. Bahkan, persoalan dukungan logistik dan kebutuhan penanganan di daerah telah disampaikan langsung kepada Menteri Kehutanan di Jakarta.
“Hari ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Sosial Provinsi Kalbar mendistribusikan total bantuan logistik yang terbagi ke dalam dua kategori utama, yakni paket permakanan dan paket sandang untuk meringankan beban masyarakat terdampak,” ujarnya.
Tak hanya kebutuhan warga, dukungan untuk pemadaman juga disiapkan. Pemprov mengoordinasikan penyediaan mesin pompa air serta pipa dan selang yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kabupaten.
Norsan menegaskan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, BPBD, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat diperlukan selama kondisi darurat masih berlangsung.
Ia juga meminta seluruh pejabat struktural dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tetap siaga serta memastikan personel dan sumber daya siap digunakan di lapangan.
Untuk masing-masing kabupaten penerima, Pemprov Kalbar menyalurkan 250 paket permakanan dan 250 paket sandang.
Setiap kabupaten mendapat 1.250 kilogram beras, 250 kilogram gula, 250 liter minyak goreng, 1.000 kaleng sarden, dan 2.500 bungkus mi instan.
Sementara bantuan sandang terdiri dari 250 selimut, 250 handuk, dan 250 sarung. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus memperkuat dukungan pemerintah daerah selama penanganan karhutla dan bencana asap masih berlangsung.
















Discussion about this post