PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan olahraga catur dengan menjajal kemampuan dalam laga persahabatan melawan Master Nasional Arief Rahman di Elaia Coffee & Eatery, Sabtu (27/6/2026) malam.
Lebih dari sekadar pertandingan, momen tersebut menjadi ajang untuk menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam mendorong pembinaan pecatur sejak usia dini agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga tingkat internasional.
Menurut Edi, kemajuan olahraga catur di suatu daerah dapat diukur dari banyaknya atlet yang berhasil menyandang gelar Master Nasional, Master Internasional, hingga Grandmaster.
“Kalau ingin melihat kemajuan olahraga catur, lihat saja berapa banyak master yang dimiliki. Itu menunjukkan pembinaannya berjalan,” ujarnya.
Saat ini, Pontianak telah memiliki seorang Master Nasional, Arief Rahman, serta seorang FIDE Master, Muhammad Kamalsyah Patappa. Edi berharap jumlah tersebut terus bertambah hingga suatu saat Pontianak mampu melahirkan Grandmaster.
Ia menilai pembinaan harus dimulai sejak usia dini dengan memperbanyak ruang latihan dan kompetisi bagi anak-anak serta remaja. Menurutnya, semakin sering pecatur muda bertanding, semakin cepat kemampuan mereka berkembang.
“Pemerintah Kota Pontianak terus mendukung seluruh cabang olahraga, termasuk catur. Ruang bermain catur relatif mudah disiapkan, baik di dalam maupun luar ruangan. Yang terpenting adalah pembinaan dilakukan secara berkesinambungan,” katanya.
Dalam laga persahabatan tersebut, Edi mengaku sempat mengalami kesulitan menghadapi permainan Arief. Pada pertandingan pertama ia harus mengakui keunggulan sang Master Nasional setelah melakukan beberapa blunder. Namun pada pertandingan kedua, ia berhasil memaksa Arief bermain imbang.
“Pertandingan pertama saya kalah karena grogi dan melakukan blunder. Alhamdulillah, di pertandingan kedua bisa remis. Itu menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.
Sementara itu, Arief Rahman menceritakan perjalanannya menekuni olahraga catur sejak duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Kecintaannya terhadap catur tumbuh dari lingkungan keluarga yang juga gemar bermain catur.
Prestasinya mulai terlihat ketika berhasil menjadi runner-up Kejuaraan Kota Pontianak saat masih duduk di kelas empat SD. Kariernya kemudian terus menanjak dengan meraih peringkat ketiga Kejuaraan Nasional di Surabaya pada 2007 dan peringkat kedua di Bandung pada 2008.
Puncaknya, pada Kejuaraan Nasional 2015 di Bogor, Arief sukses meraih gelar Master Nasional.
“Tahun 2015 saya mengikuti Kejuaraan Nasional di Bogor dan berhasil memperoleh gelar Master Nasional,” tuturnya.
Dalam mengasah kemampuannya, Arief banyak belajar dari permainan Grandmaster asal Rusia, Anatoly Karpov. Hingga kini ia tetap berlatih setiap hari, bahkan ketika tidak sedang menghadapi turnamen.
Dalam waktu dekat, Arief akan mengikuti turnamen internasional di Kuala Lumpur pada September mendatang sebagai bagian dari upayanya mengejar prestasi di level internasional.
“Target saya sekarang adalah terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi di turnamen internasional,” pungkasnya.
















Discussion about this post